TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meminta seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mengaktifkan posko siaga di lingkungan kampus menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan perguruan tinggi siap menghadapi perkembangan situasi pascaerupsi.
"Kami menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan selalu berkoordinasi dengan kepala daerah setempat," kata Fauzan dalam konferensi pers terkait perkembangan situasi pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026.
Kemudian, Fauzan menyampaikan bahwa Kemendiktisaintek terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah yang terdampak.
Berdasarkan koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di wilayah terdampak, hingga saat ini tidak terdapat korban yang menimpa warga kampus maupun kerusakan infrastruktur perguruan tinggi.
Selain mengaktifkan posko siaga, perguruan tinggi juga diminta memobilisasi bantuan yang diperlukan bagi masyarakat maupun sivitas akademika, khususnya bantuan yang berkaitan dengan dampak erupsi.
"Kami menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi bantuan yang diperlukan oleh masyarakat maupun sivitas akademika terutama adalah bantuan yang terkait dengan adanya kejadian erupsi ini," ucapnya.










