
Lestarikan Warisan Budaya: Tradisi Pembuatan Minyak Sumbawa dan Manfaat Kesehatannya
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Tradisi pembuatan minyak Sumbawa yang dilakukan setiap tahun bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki arti yang mendalam serta memberikan manfaat bagi kesehatan. Pembuatan minyak tradisional ini merupakan warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Minyak Sumbawa terbuat dari bahan dasar santan kelapa yang dipadukan dengan beragam rempah, daun, dan akar kayu yang semuanya diambil dari kekayaaan alam.
Salah satu budayawan dan tokoh adat Sumbawa, Agus Irawan Syahmi mengatakan bahwa ada beberapa jenis bahan, seperti rempah-rempah tengkura, saga loka, batang maloke, dan sentok, yang menjadi bahan utama, namun sulit didapat oleh masyarakat biasa.
Pengambilan bahan-bahan tersebut diawali dengan doa atau shalawat, yang dianggap sebagai cara menghormati alam.
"Minyak Sumbawa itu memiliki nilai spiritual karena dari proses sampai tahap pengolahan sampe pada proses dia naik ke tungkunya itu ada kegiatan yang namanya secara spiritual. Jadi ada orang yang mengambilnya, dia dalam kondisi suci lalu mengambil bahan," kata Agus.
Selama proses pembuatan, dilarang melibatkan kaum perempuan atau bersentuhan dengan lawan jenis karena diyakini dapat mempengaruhi kualitas dan khasiat minyak.
"Untuk pembuatan minyak ini memerlukan waktu sekitar 4 hingga 6 jam, tergantung pada jumlah kelapa dan besarnya api yang digunakan," tutur dia.
Setelah proses pembuatan minyak selesai, barulah produk tersebut diperbolehkan untuk digunakan oleh wanita. Minyak Sumbawa memiliki berbagai manfaat, mulai dari mengatasi berbagai masalah kesehatan hingga dapat digunakan secara oles atau dikonsumsi secara langsung.
Keanekaragaman bahan rempah yang digunakan dalam proses pembuatan minyak ini memainkan peranan penting dalam memberikan manfaat kesehatan yang beragam.
Selain manfaat kesehatan, minyak Sumbawa juga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat Sumbawa, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Produk ini tidak hanya diproduksi secara khusus tetapi juga dipasarkan secara luas, sehingga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dengan lebih dari 40 bahan yang dapat ditambahkan, minyak Sumbawa tidak hanya mencerminkan kekayaan alam tetapi juga merupakan simbol dari kekayaan budaya dan tradisi yang terus hidup dalam masyarakat Sumbawa.
Baca Juga: BNPB Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Kabupaten Bandung Hingga 30 September
Editor: Redaktur TVRINews
