TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menegaskan bahwa zakat perusahaan bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi investasi spiritual dan sosial yang mampu memperluas pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam talkshow pada Silaturahmi Nasional BAZNAS dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) bertajuk "Anugerah Kepatuhan Zakat yang Berdampak" di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan perusahaan yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari dukungan jaringan BAZNAS yang luas, pengurangan penghasilan kena pajak, peningkatan reputasi perusahaan, hingga dampak sosial yang lebih besar serta dukungan terhadap keberlanjutan usaha.
Menurutnya, BAZNAS memiliki jaringan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ), BAZNAS telah hadir di hampir 700 kabupaten dan kota, dengan pembentukan resmi di 540 kabupaten/kota dan 30 provinsi.
Rizaludin menjelaskan, tata kelola BAZNAS dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Program-program yang dijalankan juga telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta mendukung Asta Cita Presiden sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Untuk menjaga akuntabilitas, pengelolaan dana zakat di BAZNAS mengacu pada prinsip "3 Aman", yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Selain diawasi Kementerian Agama dan aparat penegak hukum, pengelolaan dana juga diaudit secara berkala oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen.
Rizaludin menyebut berbagai penghargaan yang diraih BAZNAS menjadi bukti komitmen lembaganya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional.
"Selama lima tahun berturut-turut, BAZNAS berhasil meraih predikat Top Brand nomor satu. Kami juga mendapatkan predikat Star 5 (Bintang 5) sebagai lembaga mitra CSR terbaik, yang mencerminkan komitmen tinggi para pemimpin dalam mengelola dana masyarakat," ujar Rizaludin dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menambahkan, kualitas pelayanan BAZNAS juga terus mendapat pengakuan.
"Dari sisi pelayanan konsumen, dalam lima tahun terakhir BAZNAS konsisten masuk dalam kategori Customer Service Excellent. Penilaian independen ini mencakup aspek service, experience, dan engagement yang sangat baik," lanjutnya.
Selain itu, BAZNAS menyediakan berbagai skema penyaluran zakat bagi perusahaan. Salah satunya melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang memungkinkan perusahaan mengelola kembali hingga 70 persen dana zakat yang dihimpun untuk disalurkan kepada penerima manfaat di lingkungan perusahaan atau wilayah operasional.
Bagi perusahaan yang belum dapat membentuk UPZ, BAZNAS juga menyediakan skema Zakat Muqayyad atau zakat terikat sehingga perusahaan tetap dapat menentukan program yang ingin didukung.
"Bagi perusahaan yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk membentuk UPZ, tersedia skema Zakat Muqayyad (zakat terikat). Melalui skema ini, perusahaan tetap dapat menentukan sasaran program yang ingin didukung,"ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DSN-MUI, Adiwarman Karim, mengajak perusahaan, khususnya lembaga keuangan dan pelaku usaha syariah, menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, penghimpunan zakat secara kolektif akan menghasilkan dampak sosial yang jauh lebih besar.
"Bagi setiap individu yang berinfak, nilainya mungkin terasa kecil. Namun ketika dihimpun bersama, nilainya menjadi sangat besar dan manfaatnya jauh lebih luas,"ungkap Karim.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur/Kepala UPIS Maybank Asset Management, Anita, menyampaikan apresiasinya terhadap BAZNAS sebagai mitra strategis dalam penyaluran zakat perusahaan. Ia menilai sistem pengelolaan yang transparan serta program pemberdayaan yang terukur menjadi alasan pihaknya terus menjalin kerja sama dengan BAZNAS.
"BAZNAS memiliki mekanisme perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga pelaporan yang sangat baik. Hal ini memungkinkan kami memantau secara jelas setiap perkembangan dan hasil nyata dari program yang dijalankan,"kata Anita.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang nyata.
"Yang tidak kalah penting, BAZNAS mampu merancang program yang selaras dengan tujuan sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Dengan demikian, kolaborasi yang terjalin tidak hanya sebatas penyaluran dana, melainkan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata. Kami merasakan dampak yang sangat positif dari kolaborasi ini,"tuturnya.










