TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah India memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan. Kolaborasi bertajuk Indonesia–India Collaborative Culture Heritage Conservation itu dipaparkan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Kawasan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India yang dituangkan dalam Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex. Dokumen itu menjadi landasan kolaborasi kedua negara dalam upaya konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan.
Program konservasi akan dilaksanakan oleh Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI) selama 10 tahun. Tahap pertama difokuskan pada konservasi 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi konservasi terkini.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Candi Prambanan memiliki nilai sejarah dan peradaban yang sangat penting sebagai simbol hubungan panjang antara Indonesia dan India.

"Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana juga menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Nusantara dan India telah berlangsung selama selama berabad-abad melalui pertukaran gagasan, pengetahuan, seni, dan nilai-nilai budaya,"kata Menbud Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 8 Juli 2026.
Fadli menjelaskan, fokus utama kerja sama adalah konservasi dan pemugaran 224 Candi Perwara yang mengelilingi candi utama Prambanan. Hingga kini, baru enam candi yang berhasil dipugar secara utuh, sementara 218 lainnya masih berupa reruntuhan.
Ia menambahkan, ribuan batu andesit asli masih tersebar di berbagai titik kawasan sehingga proses pemugaran membutuhkan dokumentasi dan identifikasi yang sangat teliti.
"Ribuan blok batu andesit asli juga masih tersebar, tertimbun, atau tercampur di berbagai titik kawasan. Keterbatasan metode dokumentasi yang komprehensif, bercampurnya batu-batu dari struktur candi yang berbeda, serta hilangnya sejumlah komponen asli menjadikan pemugaran candi perwara Prambanan sebagai salah satu pekerjaan anastilosis yang sangat kompleks," jelasnya.
Selain konservasi fisik, program ini juga mencakup dokumentasi digital menggunakan teknologi LiDAR dan fotogrametri, penelitian arkeologi, kajian struktur, hidrologi, geoteknik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung rekonstruksi digital dan analisis teknis.
Fadli berharap kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India dapat mempercepat realisasi program konservasi tersebut.
"Kami berharap momentum kunjungan ini dapat mempercepat realisasi program pemugaran, dengan tetap menjaga standar ilmiah, keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia,"ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi juga meninjau langsung kawasan yang akan menjadi lokasi konservasi tahap pertama. Peninjauan tersebut menjadi simbol komitmen kedua negara dalam menjaga warisan budaya dunia sekaligus mempererat hubungan bilateral.
Pada joint statement usai kunjungan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India ke Indonesia.
"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Perdana Menteri Narendra Modi atas kunjungan kenegaraannya di Indonesia. Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerjasama yang nyata, serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan kedua rakyat kita,"ujar residen Prabowo Subianto.
Perdana Menteri Narendra Modi turut menyampaikan harapannya agar kolaborasi konservasi Prambanan semakin mempererat hubungan kedua negara.
"Saya berharap kerja sama ini menjadi penguat hubungan antara India-Indonesia, tidak hanya bagi kedua negara, namun juga bagi masyarakat India dan Indonesia,"ungkap Narendra Modi.
Menutup keterangannya, Fadli Zon menegaskan bahwa proyek konservasi Prambanan menjadi salah satu capaian penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India di bidang sejarah, arkeologi, dan antropologi.
"Kami berharap kerja sama ini menjadi warisan bersama Indonesia dan India, serta menjadi contoh bagaimana dua bangsa dapat bekerja sama menjaga warisan budaya dunia bagi generasi mendatang," pungkas Fadli.










