Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menghadiri upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 22 Jakarta, yang berlokasi di Jl. Kramat Asem No.11, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.
Wamen Atip tiba di lokasi pada pukul 07.14 WIB dan upacara dimulai pukul 07.24 WIB. Suasana acara dibuka secara meriah dan penuh semangat dengan penampilan pantun serta aksi pendekar dari siswa-siswi SMA Negeri 22 Jakarta, didampingi para guru, kepala sekolah, dan peserta didik lainnya.
Dalam sambutannya, Wamen Atip menekankan pentingnya MPLS yang ramah dan edukatif, sebagai bagian dari proses transisi yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Ia menegaskan bahwa MPLS bukan ajang perploncoan, melainkan sarana mengenal lingkungan sekolah secara positif dan humanis.
"MPLS harus menjadi ruang untuk mengenalkan lingkungan sekolah baru, pertemanan baru, dan semangat baru. Ini momentum penting bagi siswa baru untuk menanamkan cita-cita mereka dan beradaptasi dengan dunia SMA yang berbeda," ujar Atip dalam keterangan yang diterima tvrinews.com di SMA 22 Jakarta, Matraman, Jakarta Timur, Senin, 14 Juli 2025.
Baca Juga: Gus Ipul Cek Kesiapan Sekolah Rakyat STIS Cibinong : sekolah Rakyat Dimulai Hari Ini
Ia juga menggarisbawahi bahwa MPLS yang baik harus berorientasi pada nilai-nilai pembelajaran yang sehat, aman, dan penuh inspirasi, serta tidak boleh disisipi kegiatan-kegiatan tidak relevan seperti kekerasan atau perundungan.
Sambutan Kepala Sekolah dan Orang Tua
Kepala SMA Negeri 22 Jakarta, turut menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru kelas X tahun ajaran 2025–2026. Ia menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SMA Negeri 22 Jakarta.
“Mudah-mudahan anak-anak semua cepat beradaptasi di lingkungan sekolah ini, didampingi oleh kakak-kakak OSIS dan MPK yang ramah serta guru-guru yang hebat,” ujar Kepala Sekolah.
Sementara itu, perwakilan orang tua murid juga menyampaikan rasa syukur dan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk mendidik dan membimbing putra-putri mereka.
“Kami menyerahkan anak-anak kami untuk dididik dan dibina dengan tulus di sekolah ini. Semoga mereka dapat mengikuti MPLS dengan baik dan segera beradaptasi,” ucap salah satu orang tua murid dalam sambutannya.
Penutupan Acara
Rangkaian kegiatan MPLS hari pertama ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar seluruh proses pembelajaran tahun ajaran baru berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
MPLS Ramah ini diharapkan dapat menjadi model pengenalan lingkungan sekolah yang mengedepankan nilai kemanusiaan, inklusivitas, dan semangat belajar bagi seluruh peserta didik baru di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
