
Mensos dan Wamensos Cek Kesiapan Akhir Sekolah Rakyat di Cibinong
Penulis: Fityan
TVRINews – Cibinong,Jawa Barat
Jelang MPLS, Mensos Saifullah Yusuf tekankan pentingnya cegah bullying, pelecehan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Peninjauan ini menjadi bagian dari persiapan akhir menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan hari ini Senin (14/7).
Sebelum menyambangi kelas, asrama, serta fasilitas penunjang lainnya, Gus Ipul bersama Agus Jabo lebih dulu berdialog hangat dengan kepala sekolah dan para guru. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan agar para tenaga pendidik mampu merangkul siswa secara inklusif, mengingat mereka berasal dari latar belakang yang sangat beragam.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Paris, Disambut Hangat Prancis Jelang Parade Militer Bastille Day
"Karena siswa masuk tanpa tes akademik, tentu akan butuh waktu untuk menyamakan pemahaman. Maka MPLS ini, orientasi atau matrikulasinya bisa berlangsung tiga bulan," jelas Gus Ipul kepada para guru dan staf pendidik.
Untuk tahun ajaran baru 2025, SRMP 10 STIS Cibinong akan menampung 100 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar. Seluruhnya akan mengikuti jenjang pendidikan setara SMP.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat. Ia menggarisbawahi tiga isu utama yang wajib dicegah secara serius oleh seluruh pihak di lingkungan sekolah:
"Ada tiga hal yang harus dihindari atau dimitigasi. Yang pertama bullying atau perundungan. Kedua, jangan sampai ada pelecehan seksual. Yang ketiga, tidak boleh ada intoleransi," tegasnya.
Kepala Sekolah SRMP 10 STIS Cibinong, Fitri Puspitasari, mengakui bahwa tantangan dalam mengelola siswa dengan berbagai latar belakang memang tidak ringan. Namun ia optimistis seluruh tantangan tersebut dapat diatasi dengan kerja sama lintas pihak.
"Saya yakin dengan kolaborasi bersama. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," ujar Fitri dengan penuh semangat.
SRMP merupakan bagian dari program afirmatif Kemensos RI untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari kelompok rentan dan marjinal. Dengan pendekatan berbasis pengasuhan dan pendidikan yang holistik, sekolah ini diharapkan dapat menjadi model pendidikan inklusif yang inspiratif di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
