TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Kampanye Global 50-in-5, sebuah inisiatif internasional yang bertujuan mempercepat pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang aman, inklusif, interoperabel, dan berpusat pada masyarakat.
Kampanye ini menjadi kolaborasi global untuk memperkuat fondasi infrastruktur publik digital, mulai dari identitas digital, sistem pembayaran digital, pertukaran data, layanan digital berbasis kecerdasan artifisial, hingga portal layanan pemerintah yang terintegrasi.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam kampanye tersebut bukan sekadar partisipasi global, tetapi bentuk komitmen menghadirkan transformasi digital yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dibangun, tetapi dari dampak nyata yang diterima masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertanyaan pentingnya adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari transformasi digital dalam kehidupan mereka,”kata Rini dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan masyarakat tidak merasakan pemerintah melalui istilah teknis, melainkan dari kemudahan layanan publik, proses birokrasi yang lebih sederhana, serta akses layanan yang lebih cepat dan efisien.
Menurutnya, keberadaan DPI menjadi sangat penting dalam menghadirkan layanan publik yang lebih responsif dan terintegrasi. Hal ini mencakup kemudahan akses layanan bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia maupun warga di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau layanan administrasi.
“DPI bukan hanya menghubungkan sistem, tetapi memastikan pemerintah lebih hadir dan responsif dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 280 juta penduduk, memandang penguatan DPI sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan layanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mempercepat pemerataan transformasi digital di seluruh daerah.










