TVRINews, Jakarta
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mendorong penguatan kompetensi generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui program Asta Mandala SMK Go Global.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program SMK Go Global pada 12–16 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Mukhtarudin mengatakan, SMK Go Global merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas SDM sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional.
"Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global," kata Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 13 Agustus 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK, dan 200.000 peserta dari masyarakat umum.
Menurut Mukhtarudin, target tersebut bukan sekadar mengejar jumlah peserta, tetapi bagian dari strategi membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Mukhtarudin menegaskan, pelatihan SMK Go Global tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis. Peserta juga akan dibekali kemampuan bahasa, pemahaman budaya, disiplin kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.
"Pelatihan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di negara tujuan. Karena itu, aspek bahasa, budaya, disiplin kerja, dan pemahaman mengenai hak serta kewajiban pekerja migran juga menjadi bagian penting," ucapnya.
Program tersebut mencakup sejumlah bidang prioritas, yakni kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, sea based atau ABK, serta bahasa asing.
Pemerintah juga telah memetakan kebutuhan kompetensi berdasarkan sektor dan negara tujuan. Di antaranya hospitality dengan target penempatan 14.140 orang, kesehatan 12.780 orang, manufaktur 6.400 orang, agrikultur 4.300 orang, pelatihan bahasa 1.700 orang, konstruksi 400 orang, sea based 220 orang, dan transportasi 60 orang.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menyampaikan bahwa pemetaan tersebut dilakukan agar peserta memperoleh kompetensi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan negara tujuan.
"Melalui pendaftaran ini, kami ingin memastikan Calon Pekerja Migran memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Kompetensi yang kuat akan meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menegaskan paradigma pemerintah dalam penempatan PMI tidak berhenti pada keberangkatan ke luar negeri. Pemerintah ingin memastikan setiap calon pekerja memiliki kompetensi, kesiapan, perlindungan, dan akses terhadap pekerjaan yang layak.
"Peningkatan kapasitas menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan calon Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dapat bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan negara tujuan," tuturnya.
Ia berharap Asta Mandala SMK Go Global mampu mengubah pola penempatan PMI dari sekadar pencari kerja menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki nilai kompetitif di pasar global.
Pendaftaran tahap pertama pelatihan dibuka pada 12–16 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan, jenis pelatihan, jadwal, mekanisme pendaftaran, dan ketentuan program dapat diperoleh melalui kanal resmi KP2MI serta 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia.
Kemudian, Mukhtarudin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.
"Untuk masyarakat yang berminat, silakan mengikuti informasi resmi yang disampaikan KP2MI maupun BP3MI. Jangan menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi. Kami ingin seluruh proses pendaftaran berlangsung secara transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan," imbuhnya.
Dengan Asta Mandala SMK Go Global, Mukhtarudin berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang mampu bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global, serta meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya.










