Penulis: Sumali
TVRINews, Bojonegoro
Dalam upaya mengenalkan seni budaya menuju panggung internasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menggelar pentas seni Sandur Kolosal, salah satu seni budaya khas masyarakat Bojonegoro. Pagelaran seni yang berlangsung di area komplek Kahyangan Api Abadi Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro berhasil memukau ratusan pengunjung baik warga lokal hingga asing.
Bertempat di area Komplek Wanawisata Kahyangan Api Abadi / Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pertunjukan Sandur Kolosal langsung dibuka dengan kesenian Jaranan yang diperagakan oleh sejumlah seniman Jaranan lokal Bojonegoro.
Selain memperagakan beberapa atraksi magis dengan ritual, seni Jaranan juga mempertontonkan tarian Jaran Kepang nan atraktif. Gerakan para penari yang seragam dengan alunan musik tradisional cukup membuat takjub ratusan pengunjung, baik masyarakat lokal maupun sejumlah turis asing yang datang ke lokasi.
Dalam seni Sandur Kolosal ini tak hanya menampilan Jaranan namun juga perpaduan ragam kesenian tradisonal khas Jonegoran lainnya seperti Ludruk atau pentas drama yang diselingi lawakan dengan logat bahasa Jonegoroan, sebuah dialek Bahasa keseharian masyarakat Bojonegoro sehari-hari.
Baca juga: Di Terjang Badai Kapal Alami Kerusakan Penyaluran BBM Subsidi Terkendala Di Mentawai
Setidaknya ada lima lakon pakem yang ditampilkan dalam pentas Sandur diantaranya Germo, Cawik, Balong, Pethak dan Wak Tangsil. Suasana pentas bertambah semarak saat beberapa warga asing ikut larut dalam keseruan pentas. Mereka juga ikut berkeliling sambil mencoba beberapa atraksi melewati api abadi yang berada di tengah Komplek Wisata.
“Saat ini Sandur Bojonegoro sudah masuk dalam daftar Balai Pengelolaan Taman Budaya (BPTB). Sandur Bojonegoro juga mengandung beragam cerita-cerita rakyat yang dipadukan dengan lawakan berbahasa Jawa khas Jonegoroan. Kami harap Sandur ini nantinya mampu menumbuhkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Bojonegoro pada wisatawan mancanegara.”, ungkap Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah.
Pentas seni Sandur Kolosal di Komplek Wisata Kayangan Api ini merupakan salah satu rangkaian “Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival (B-TIFF) 2023”. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Pemkab Bojonegoro dengan Concelor International of Folklore Festival (CIOFF) Indonesia ini diikuti 4 delegasi negara yakni Slovenia, Uzbekistan, India dan Mexico. Selain itu juga terdapat perwakilan dari Rampoe Aceh yang turut meramaikan pagelaran kesenian Internasional yang digelar selama lima hari ini.
Editor: Redaktur TVRINews
