Penulis: Kornelia Septin Rahayu
TVRINews, Kabupaten Mentawai
Ketersediaan pasokan BBM Subsidi di Sipora Utara selama seminggu belakangan terhenti selama beberapa hari, hal tersebut disebabkan salah satu kapal penyalur BBM mengalami kerusakan akibat diterjang badai beberapa waktu lalu.
BBM Subsidi di salah satu SPBU di Sipora Utara mengalami kekosongan dan diperkirakan baru tiba dua hari lagi atau tergantung kondisi cuaca, jika biasanya kapal tersebut melayani rute Sipora dan Pagai kini harus keliling ke pulau Siberut.
Selama kekosongan BBM pertalite di SPBU warga masih dapat membeli minyak eceran di tepi jalan dengan harga 12 ribu rupiah perliter. Sementara itu di desa Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara juga sempat mengalami kelangkaan BBM selama satu bulan.
Baca Juga : Bawaslu RI Lantik 2 Komisioner Provinsi Sumbar
Salah seorang warga desa Sikabaluan Helen mengatakan warga di Sikabaluan kesulitan untuk mobilisasi karena stok BBM pertalite kosong dan harga eceran pun melambung tinggi.
“Sebelumnya pasokan BBM tersedia selama dua hari kemudian langsung kosong di salah satu SPBU Desa Sikabaluan sehingga setelah berselang seminggu stok BBM mengalami kekosongan” jelas Helen. Kamis 27 Juli 2023.
Warga terpaksa membeli minyak jenis pertalite dengan harga 20 hingga 25 ribu rupiah per liternya. Sementara harga normal saat pasokan BBM tersedia 1 liter pertalite dijual 10.000,- rupiah untuk kendaraan bermotor, kemudian per jerigen dijual 10.700 rupiah per liter.
Sementara itu Dominikus Saleleubaja Kadis Koperindag Mentawai saat dikonfirmasi via telepon mengatakan penyebab langkanya BBM dikarenakan pasokan datang terlambat dan kuota BBM tidak disalurkan sebagaimana mestinya.
“Pihaknya berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali dan sebelum stok habis seharusnya sudah distok kembali sehingga bbm tidak mengalami kekosongan” harap Dominikus Saleleubaja, Kamis 27 Juli 2023.
Baca Juga : Jemaah Haji Kloter 11 Di Jadwalkan Tiba Di BIM Malam Ini
Editor: Redaktur TVRINews
