
dok. TVRINews/Nisa Alfiani
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Pemerintah tengah menyiapkan program SMK Go Global sebagai langkah strategis untuk membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pasar tenaga kerja internasional. Program ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari kesadaran akan besarnya peluang tenaga kerja Indonesia di luar negeri, khususnya di bidang-bidang keahlian yang masih sangat dibutuhkan dunia industri global.
“Program SMK Go Global ini muncul karena kita melihat pasar kerja di luar negeri terbuka lebar. Salah satu yang paling menonjol adalah kebutuhan tenaga welder bawah laut. Saat ini ada sekitar 20 SMK yang memiliki jurusan welder, namun perlu kita tingkatkan sertifikasi dan kapasitasnya agar memenuhi standar internasional,” ujar Cak Imin.
Menko PM Muhaimin Iskandar menambahkan selain bidang welder, pemerintah juga tengah memetakan sektor-sektor potensial seperti hospitality, caregiver, perawat, dan driver. Semua sektor tersebut memiliki prospek besar di pasar global dan dapat menjadi solusi bagi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK.
“Kami ingin sejak awal SMK menyiapkan perencanaan bagi siswanya yang ingin bekerja di luar negeri. Aspek bahasa menjadi kebutuhan dasar sejak semester pertama. Kita dorong setiap SMK memiliki bahasa kedua selain bahasa Inggris, seperti Jepang atau Korea, sesuai negara tujuan penempatan,” jelasnya.
Cak Imin menambahkan, penguatan program SMK Go Global juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemberdayaan pendidikan menengah. Lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha.
“Kita ingin siswa SMK memiliki dua arah pemberdayaan: pertama, siap bekerja sesuai kebutuhan pasar global; kedua, punya kemampuan untuk menjadi pengusaha mandiri,” ucapnya.
baca juga: Menko PMK: Integrasi Data Kunci Wujudkan Kebijakan Pembangunan Manusia yang Presisi
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan memperluas beasiswa vokasi bagi sekolah-sekolah kejuruan yang memiliki pasar kerja jelas di luar negeri.
“Kalau pasarnya sudah pasti, pemerintah tidak akan ragu memberikan beasiswa. Kami juga akan mendorong LPDB untuk memperluas pembiayaan vokasi, baik untuk program di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
