TVRINews, Merak
Kementerian Perhubungan meningkatkan pengawasan terhadap armada penumpang yang beroperasi di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni menjelang masa libur sekolah 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang melayani masyarakat memenuhi standar keselamatan dan keamanan pelayaran.
Pengawasan dilakukan melalui kegiatan uji petik kelaiklautan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Pelabuhan Merak, Banten. Pemeriksaan menyasar sejumlah kapal penumpang yang menjadi tulang punggung layanan penyeberangan antarpulau selama periode liburan.
Tim pemeriksa melakukan pengecekan menyeluruh terhadap dokumen kapal dan awak kapal, sistem navigasi, perangkat komunikasi, alat keselamatan, hingga kondisi teknis kapal guna memastikan kesiapan operasional armada.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa catatan teknis yang bersifat ringan pada sejumlah kapal. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan instruksi perbaikan kepada operator agar standar keselamatan tetap terpenuhi sebelum kapal melayani penumpang secara maksimal.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan, Samsuddin, mengatakan, peningkatan mobilitas masyarakat selama musim liburan harus diimbangi dengan kesiapan armada yang memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran.
"Kami ingin memastikan setiap kapal yang beroperasi selama masa libur sekolah benar-benar berada dalam kondisi laik laut sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut," ujarnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurut Samsuddin, pengawasan rutin menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah potensi gangguan keselamatan pelayaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi laut nasional.
Selain aspek teknis kapal, kesiapan awak kapal dan penerapan prosedur keselamatan juga menjadi fokus perhatian dalam pemeriksaan. Hal tersebut dinilai penting mengingat tingginya aktivitas pelayaran yang diperkirakan terjadi selama periode libur sekolah.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan, Samsuddin, menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan angkutan laut tidak hanya bergantung pada kondisi armada, tetapi juga kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan keselamatan yang berlaku.
"Keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas pelayaran. Dengan dukungan operator, awak kapal, dan regulator, layanan transportasi laut dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa," katanya.
Kementerian Perhubungan memastikan kegiatan pengawasan akan terus dilakukan di sejumlah pelabuhan strategis guna menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah tahun 2026.










