TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang dimulainya tahun pembelajaran baru 2026-2027 pada bulan depan. Sebagai langkah strategis, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen bersama sejumlah kepala daerah di Kantor Kemensos RI, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh jajaran Wakil Menteri Sosial, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama rakor ini adalah mengawal masa transisi pengoperasian puluhan gedung baru institusi pendidikan tersebut.

"Untuk melakukan koordinasi dan optimasi penyelenggaraan sekolah rakyat, di mana bulan depan akan dimulai proses pembelajaran tahun 2026-2027. Ada yang masing-masing tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi, 93 titik, yang akan menggunakan gedung permanen sekolah rakyat. Untuk itu diperlukan suatu kolaborasi, koordinasi yang baik agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul saat memberikan keterangan pers.
Gus Ipul menekankan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat krusial, terutama pada fase-fase awal pemindahan siswa lama maupun proses penerimaan siswa baru agar seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar tidak mengalami hambatan operasional.
"Bagaimana memindahkan dan menerima siswa baru ini bisa berjalan, beriringan, kemudian diberi dukungan oleh pemerintah daerah tentang berbagai hal yang mungkin pada tahap awal pembelajaran ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mensos membagikan catatan positif hasil evaluasi lapangan yang dilakukannya bersama Wamenos selama 11 bulan terakhir. Berdasarkan peninjauan langsung ke berbagai pelosok daerah, program Sekolah Rakyat dinilai telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan mental, fisik, dan prestasi para peserta didik.
"Saya dapat sampaikan, teman-teman sekalian, saya dan Pak Wamen sudah keliling ke berbagai daerah untuk melihat perjalanan 11 bulan pembelajaran sekolah rakyat. Secara umum telah berjalan dengan baik dan siswa-siswanya sebagian sudah bisa berprestasi, baik itu di bidang sains, kemudian di bidang bahasa, maupun di bidang sosial, serta bidang olahraga dan seni," papar Gus Ipul.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perubahan mendasar tidak hanya terlihat dari capaian akademik atau perlombaan saja, melainkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta ketahanan fisik siswa yang kini jauh meningkat.

"Tetapi yang patut dicatat pertama-tama bahwa secara fisik siswa-siswa sekolah rakyat sekarang jauh lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri dan yakin terhadap masa depannya. Ini adalah hal-hal yang patut kita syukuri bersama. Kami juga bertemu dengan para orangtua siswa untuk memperoleh informasi bagaimana perkembangan putri-putri putra-putrinya," tambahnya.
Respons positif juga datang langsung dari lingkungan keluarga. Berdasarkan testimoni para orang tua saat masa liburan sekolah, anak-anak mereka menunjukkan perubahan perilaku yang drastis ke arah positif di rumah.
"Secara umum ketika putra-putrinya pulang ke rumah pada saat liburan, para orangtuanya menyatakan dan bersyukur karena putra-putrinya sekarang sudah bisa tenang di rumah, membantu orangtua, ibadahnya lebih rajin, punya karakter yang cukup baik sehingga orangtuanya merasa gembira dan bersyukur pula," ungkap Mensos.
Keberhasilan pengelolaan program ini diakui tidak lepas dari sinergi kuat antar-kementerian dan lembaga di tingkat pusat di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul menyampaikan apresiasi mendalam kepada kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Pekerjaan Umum yang membantu infrastruktur fisik, hingga jajaran Kementerian Dalam Negeri dan BPS.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaran sekolah rakyat. Tentu pertama-tama adalah arahan langsung dari Bapak Presiden, Menko Pemberdayaan Masyarakat, para menteri yang lain, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, kemudian Kementerian Pan-RB, BPS, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan banyak lagi kementerian yang berada di belakang kami," jelasnya.
Guna menjaga akuntabilitas dan mengenalkan program ini secara lebih transparan kepada publik, Kemensos berencana menggelar agenda interaktif berupa pasar edukasi terbuka pada periode libur tengah tahun nanti. Masyarakat dan para pengamat pendidikan akan diundang langsung untuk melihat jalannya kurikulum secara riil.
"Insyaallah nanti mudah-mudahan selama masa-masa pembelajaran tahun 2026-2027 ini kita akan membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk bisa mengetahui lebih dekat tentang pembelajaran di lingkungan sekolah rakyat. Kami mengundang para tokoh, tokoh-tokoh baik di tingkat nasional maupun di daerah, para aktivis non-government, penggiat pendidikan, para pemuda, tokoh-tokoh perempuan, aktivis perempuan untuk bisa melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di sekolah rakyat dalam kegiatan open house sekolah rakyat di bulan Juli dan bulan Agustus yang akan datang," pungkas Gus Ipul.










