
Kampanye 'Self Live' Ubah Cara Pandang Soal Perawatan Diri
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Tren self-love kian marak digaungkan di media sosial, terutama dalam ranah kecantikan dan perawatan kulit. Banyak yang diajak untuk mencintai diri apa adanya, termasuk menerima kondisi kulit tanpa filter. Namun, edukasi tentang perawatan kulit yang tepat masih kerap terabaikan.
Fenomena skin positivity memang memberi ruang aman bagi banyak orang untuk melepaskan tekanan dari standar kecantikan yang tak realistis. Sayangnya, sebagian kampanye hanya berhenti di permukaan tanpa memberikan panduan merawat kulit secara ilmiah.
Di era digital, persepsi kecantikan sering dipengaruhi oleh visual yang sudah difilter. Pesan untuk tampil “real” memang patut diapresiasi, tetapi perlu diiringi informasi medis yang akurat. Tanpa edukasi yang tepat, publik berisiko menormalisasi kondisi kulit bermasalah tanpa usaha perawatan yang sesuai.
Mengedepankan self-love sejatinya bukan hanya menerima kondisi kulit, tetapi juga merawatnya secara bertanggung jawab. Kesadaran untuk mencintai diri perlu dibarengi dengan pemahaman tentang perawatan kulit dari sudut pandang dermatologi.
Belakangan, kampanye “Skin Goals VS Skin Reality” yang viral di TikTok mencuri perhatian publik. Kampanye ini dinilai berhasil menyampaikan narasi tentang kecintaan pada diri secara lebih utuh dan realistis.
Dalam video kampanye tersebut, para perempuan membagikan pengalaman mereka dengan kulit yang tidak selalu mulus, serta rutinitas perawatan yang dilakukan secara konsisten.
"Kulitku nggak selalu flawless, dan itu normal. Yang penting aku nyaman sama diri sendiri, dan tahu cara ngerawat kulitku dengan benar,” ujar Nadine Velysia, kreator konten yang terlibat dalam kampanye, dikutip Senin, 14 Juli 2025.
Kampanye ini memakai pendekatan storytelling dari para Key Opinion Leader (KOL), yang melakukan stitch konten eksperimen sosial dari akun resmi Jglow. Pesan disampaikan melalui perbandingan antara ekspektasi kulit “sempurna” dan kondisi nyata yang lebih membumi.
Respon warganet pun positif. Banyak yang merasa terwakili oleh cerita nyata tersebut dan termotivasi untuk merawat kulit mereka dengan lebih bijak, bukan sekadar menutupi kekurangan dengan filter.
Jglow sebagai penggagas kampanye menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya mengajak orang percaya diri tanpa filter, tetapi juga memberi edukasi tentang pentingnya skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.
“Kami ingin orang mencintai dirinya sendiri, sekaligus paham bagaimana merawat kulit dengan cara yang tepat,” ujar Chania, Chief Marketing Officer (CMO) Jglow, Senin, 14 Juli 2025.
Lewat kampanye ini, self-love tidak lagi berhenti sebagai slogan. Edukasi soal perawatan kulit yang benar turut ditekankan agar publik memahami bahwa merawat kesehatan kulit adalah bagian dari mencintai diri sendiri.
Baca Juga: Bagaimana Masa Lalu Jakarta Membentuk Masa Depannya?
Editor: Redaksi TVRINews
