TVRINews, Jakarta
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya akan mendata dan mengevaluasi Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pasalnya ada kasus di SD Negeri Kauman 27 Solo, Jawa Tengah dan beberapa sekolah lain hanya ada satu siswa baru dalam satu kelas untuk tahun ajaran 2025/2026.
"Kami juga akan data secara nasional. Nanti kan setelah selesai SPMB ini, semua murid itu diinput datanya ke dapodik kita. Nah dari dapodik nanti akan ketahuan," kata Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Abdul Mu'ti mengatakan beberapa sekolah di kabupaten/kota, khususnya tingkat dasar memang telah ditutup.
Baca Juga: Mentan: Kasus Beras Oplosan Sudah Dilaporkan ke Kapolri dan Jaksa Agung
"Memang banyak yang, beberapa sudah ditutup. Beberapa kekurangan murid. Ada misalnya di Pandeglang, saya baca di media, ada satu SD yang tidak ada yang mendaftar sama sekali," ujarnya.
"Di Solo ada satu murid. Di tempat lain ada yang dua murid. Yang murid itu, satu sekolah ditambah dua orang itu, muridnya hanya 19, gurunya 11," sambungnya.
Mendikdasmen mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Dia memastikan akan mengambil langkah-langkah bijak dalam mengatasi persoalan tersebut.
"Karena memang datanya, juga penyebabnya kenapa itu sedikit juga harus kita lihat case by case ya. Tidak bisa kita generalisasi secara nasional," jelas Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Abdul Mu'ti mengatakan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh.










