TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus diadili.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan biarkan terjadi kerusakan, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Itu semua harus kita adili, itu semua harus kita tegakkan, karena alam kita, bumi kita, hanya satu,” ujar AHY saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Nasional (UNAS) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para wisudawan yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam orasinya, AHY menekankan pentingnya menyeimbangkan prosperity atau kemakmuran dengan sustainability atau keberlanjutan.
Menurutnya, upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan agar pembangunan tidak mengorbankan masa depan generasi berikutnya.

“Ketika kita mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan juga peningkatan kesejahteraan rakyat, harus dibarengi dengan agenda sustainability. Kita jaga bumi kita, lestarikan lingkungan kita,” kata AHY.
Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab antargenerasi dalam menjaga kelestarian alam. Kerusakan lingkungan, termasuk akibat karhutla, tidak hanya berdampak pada ekosistem saat ini, tetapi juga berisiko mengancam kehidupan generasi mendatang.
“Jangan sampai kita tidak bertanggung jawab pada masa depan kita sendiri, anak cucu kita,” tutur AHY.
Selain menyoroti isu lingkungan, AHY berpesan agar para wisudawan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan ketidakpastian dengan memperkuat lima aspek utama, yakni kompetensi, kreativitas, karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi.
Menurutnya, kelima aspek tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, mengembangkan inovasi, serta berani mengambil peran dalam memimpin perubahan.
“Jangan takut dengan perubahan dan ketidakpastian, seolah-olah semuanya mengerikan dan penuh kekhawatiran,” ucap AHY.
AHY berharap para lulusan UNAS dapat menerapkan ilmu dan kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap kemajuan bangsa, tetapi juga ikut menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan demi masa depan generasi berikutnya.










