TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren terus memperkuat perannya dalam mencetak santri yang unggul secara intelektual, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Menurutnya, lulusan pesantren harus mampu menjadi pelaku perubahan sekaligus motor kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda Kelas XII SMA/K/MA Unggulan Bina Insan Mulia di Cirebon, Jawa Barat, Minggu, 28 Juni 2026.
Muhaimin mengatakan, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus mampu mencetak cendekiawan muslim yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, serta mampu menjawab tantangan global.
"Pesantren harus melahirkan santri intelektual, cendekiawan muslim yang bukan hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku sekaligus pemimpin sejarah di masa depan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Senin, 29 Juni 2026.
Ia menilai karakter yang kuat, akhlak yang baik, serta penguasaan ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting bagi lulusan pesantren agar mampu bersaing di berbagai bidang. Menurutnya, apa pun profesi yang dipilih, bekal tersebut akan menjadi modal utama menghadapi perubahan zaman.
Muhaimin optimistis pesantren dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Semakin banyak lulusan pesantren yang berkualitas, kata dia, semakin besar peluang Indonesia memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu membawa bangsa bersaing di tingkat global.
"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang taat pada ilmu pengetahuan sekaligus memiliki integritas. Dua hal itulah yang akan menentukan masa depan Indonesia," ucapnya.
Kemudian, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, generasi muda, termasuk para santri, harus memanfaatkan momentum tersebut dengan terus meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Menurut Muhaimin, pemerintah terus memperluas akses pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga peluang kerja bagi generasi muda. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja global.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin mengapresiasi capaian Pesantren Bina Insan Mulia yang berhasil mengantarkan 175 santri melanjutkan studi ke luar negeri dan 99 lulusan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.
Menutup sambutannya, Muhaimin mengajak para wisudawan untuk terus belajar dan menjaga nilai-nilai kepesantrenan dalam setiap pengabdian kepada bangsa.
"Indonesia akan semakin kuat apabila para santrinya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus menjaga akhlak dan integritas. Kekuasaan akan bermakna apabila dikelola dengan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab," tuturnya.










