TVRINews, Mojokerto
Menbud sebut revitalisasi museum tak hanya jaga peradaban, tetapi juga sumber pendapatan daerah dan destinasi unggulan.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memulai proyek revitalisasi Museum Majapahit melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilangsungkan di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Langkah strategis ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam merawat ingatan kolektif bangsa sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis sejarah dan pengetahuan Nusantara.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang memimpin langsung agenda tersebut menegaskan bahwa revitalisasi cagar budaya, keraton, dan istana ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Revitalisasi yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektar ini diproyeksikan menjadi solusi perlindungan yang layak bagi kebesaran sejarah Majapahit, mengingat kawasan tersebut saat ini menyimpan lebih dari 88.000 koleksi artefak berharga peninggalan kemaharajaan Nusantara tersebut.
“Kita selalu mengutip Majapahit dan kebesarannya, tetapi museumnya belum ada yang representatif. Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita melakukan revitalisasi istana, keraton, museum, dan cagar budaya, di mana Museum Majapahit ini menjadi bagian sangat penting di tahun 2026,” tegas Menteri Fadli Zon dalam keterangan yang diterima TVRINews.com, Senin, 14 September 2026.
Perubahan Paradigma: Dari Pusat Biaya Menjadi Penggerak Ekonomi
Kementerian Kebudayaan mendorong perubahan paradigma radikal dalam tata kelola permuseuman di Indonesia. Museum didorong agar tidak lagi sekadar menjadi beban biaya operasional (cost center), melainkan bertransformasi menjadi penggerak ekonomi budaya sirkular yang mandiri dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di daerah sekitarnya.
Keberhasilan konsep pengelolaan ini telah dibuktikan sebelumnya pada revitalisasi Museum Sriwijaya Dharmakirti di KCBN Muara Jambi yang diresmikan pada Juli lalu. Pascarevitalisasi, museum tersebut mencatatkan lonjakan tajam hingga mencapai sekitar 6.000 pengunjung berbayar dalam satu hari pada akhir pekan.
“Museum-museum di Indonesia yang sangat potensial ini harus berkelanjutan menjadi bagian dari ekonomi budaya sirkular. Museum tidak hanya sekadar etalase peradaban, tetapi juga sumber devisa, pendapatan, dan destinasi wisata sejarah, edukasi, kuliner, bahkan wisata religi,” papar Menbud.
Konsep Ramah Lingkungan dan Teknologi Imersif
Rancangan wajah baru Museum Majapahit ini merupakan hasil mekanisme sayembara yang secara khusus mengusung konsep ramah lingkungan (environmentally friendly). Pengelolaannya ke depan direncanakan memanfaatkan energi terbarukan, seperti panel surya, demi menekan biaya pemeliharaan jangka panjang.
Guna menarik minat dan menjangkau generasi muda, Museum Majapahit juga akan dilengkapi dengan infrastruktur modern seperti ruang imersif (immersive room), penerapan teknologi digital, serta ruang rekaman sejarah yang interaktif.
Selain itu, pemerintah menggarisbawahi bahwa apabila dalam proses konstruksi fisik nantinya ditemukan struktur arkeologis baru, area temuan tersebut akan langsung diintegrasikan menjadi bagian dari koleksi in-situ museum tanpa merusaknya.
Menutup prosesi tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pemerintah daerah Mojokerto yang terus mengawal kelestarian budaya.
“Kita berharap Museum Majapahit ini ke depan bisa menjadi ‘The Grand Museum of Majapahit’, sebuah enclave budaya yang kuat, hidup sebagai living heritage, serta menjadi ikon museum Indonesia di mata masyarakat dunia,” pungkasnya.










