
Perempuan Imam Salat, Wapres: Hati-Hati Membandingkan Suatu Perbedaan Dengan Penyimpangan
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyatakan kasus perempuan menjadi imam salat menjadi sebuah penyimpangan dalam konteks fiqih. Hal tersebut dikatakan wapres sebagai respon perbandingan sebuah perbedaan dengan penyimpangan. KH Ma'ruf Amin menyoroti perbedaan dan penyimpangan yang selalu disalah artikan oleh masyarakat. Ia menyinggung kasus perempuan menjadi imam salat yang dinilai sebagai penyimpangan.
"Nah ini ini yang kadang-kadang ada orang 'oh ini perbedaan', itu bukan perbedaan itu penyimpangan. Jadi kalau perbedaan harus ditoleransi, penyimpangan tidak," kata Ma'ruf Amin dalam sambutan di Milad MUI ke-48 di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, Rabu, 26 Juli 2023.
Wapres Ma'ruf menegaskan dengan contoh, ada kasus perempuan menjadi imam salat tidak sesuai dengan kaidah. Ia meminta MUI tegas menindaklanjuti hal tersebut di masyarakat.
Baca juga: Menkominfo Targetkan BTS Desa Buwun Mas Berfungsi Sebelum 17 Agustus 2023
"Misalnya perempuan jadi imam, itu bukan perbedaan, itu penyimpangan namanya itu. Itu saya kira itu jelas, makannya majelis ulama harus mendudukkan secara proporsional," ujar Wapres Ma'ruf Amin.
Wapres Maruf juga juga mendorong majelis ulama yang sudah semestinya memberi pegangan yang benar kepada umat jika ada suatu kasus yang salah arah. Ia menyinggung fungsi majelis ulama sebagai penunjuk arah.
"Ini majelis ulama konsisten dari dulu begitu, mudah-mudahan sampai sekarang begitu, saya ini mantan Ketua Komisi Fatwa saya," ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
