TVRINews, Jakarta
Gotong-royong antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan institusi berbagai sektor, serta publik melalui Mitra Pendidikan Indonesia (MPI) semakin memperkuat upaya transformasi pendidikan di Indonesia. Kemitraan yang dibentuk sejak November 2021 ini untuk pertama kalinya menyelenggarakan Annual Joint Sector Review untuk mengkaji beragam topik di sektor pendidikan yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Jakarta.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo dalam pertemuan tersebut membahas strategi-strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan pendidikan yang lebih inklusif serta mudah diakses, khususnya bagi anak-anak yang berada di daerah terpencil.
“Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan dan prioritas-prioritas pembangunan nasional, termasuk mendukung transformasi pendidikan melalui Merdeka Belajar,” kata Anindito dalam keterangan yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 23 November 2023.
Hal ini, Anindito juga menyampaikan berbagai pandangan dari para mitra yang beragam, termasuk guru, kepala sekolah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, hingga pembuat kebijakan, dapat menjadi katalisator bagi transformasi pendidikan, dan dapat berkontribusi dalam membantu Indonesia terus memberikan pelayanan pendidikan berkualitas.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa meningkatkan kualitas pendidikan untuk semua anak di Indonesia merupakan prioritas nasional, terutama bagi anak-anak yang paling rentan.
“Kita juga memiliki sektor pendidikan yang beragam dan dinamis, yang mencakup sekolah-sekolah berbasis agama dan sekolah umum. Oleh karena itu, kita perlu menyediakan layanan pendidikan yang inklusif bagi semua anak,” ucap Ali.
Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbesar ketiga di Asia dan keempat terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 50 juta murid, 3 juta guru, dan 400 ribu sekolah. Merujuk data Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2023, sebanyak 61,53 persen murid jenjang sekolah dasar, 59 persen murid jenjang sekolah menengah pertama, dan 49,26 persen murid jenjang sekolah menengah atas yang memiliki kompetensi literasi di atas standar minimum.
Ada berbagai upaya untuk mentransformasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran terus dikerahkan salah satunya melalui Merdeka Belajar. Episode-episode Merdeka Belajar diluncurkan untuk secara holistik mentransformasi kurikulum dan pembelajaran, evaluasi sistem pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah dan guru, serta infrastruktur dan pendanaan pendidikan.
Melalui Kurikulum Merdeka, guru tidak dibebani dengan terlalu banyak materi sehingga bisa lebih fokus pada proses pembelajaran. Guru juga memperoleh fleksibilitas untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan belajar murid. Kurikulum Merdeka kini telah diterapkan secara sukarela oleh lebih dari 80 persen atau sekira 300 ribuan satuan pendidikan.










