TVRINews – Jakarta
Deputi Kementerian Koperasi menilai kolaborasi ini mampu memperkuat manajemen ekonomi perdesaan dan memperluas akses pasar lokal.
Pemerintah Indonesia resmi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) untuk bertindak sebagai pendamping atau "kakak asuh" bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkokoh fundamental ekonomi di tingkat perdesaan melalui penguatan tata kelola dan kapasitas sumber daya manusia.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi, Herbert H.O. Siagian, yang mewakili Menteri Koperasi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-71 PKPRI DKI Jakarta Tahun Buku 2025 di Jakarta.

Dalam pemaparannya, Herbert mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 122 ribu unit koperasi. Dengan jaringan yang masif dan tersebar di berbagai provinsi, PKPRI dinilai memiliki kapabilitas besar untuk mentransformasi KDMP menjadi lembaga yang modern.
"PKPRI memiliki potensi besar dalam membantu memberikan pembinaan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar dapat melaksanakan tata kelola manajemen koperasi yang modern," ujar Herbert dikutip Jumat 22 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa intervensi melalui peningkatan kualitas SDM ini secara langsung akan membantu pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang lebih resilien.
Merespons kepercayaan tersebut, Ketua Umum PKPRI DKI Jakarta, Hj. Syahnas Rasyid, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal program pendampingan ini, khususnya bagi KDMP yang beroperasi di wilayah ibu kota.
Menurut Syahnas, program "kakak asuh" ini akan difokuskan pada tiga pilar utama: pelatihan manajemen, perluasan akses pasar, dan penguatan likuiditas. PKPRI akan memfasilitasi transfer pengetahuan agar pengurus koperasi di tingkat basis mampu mengelola unit bisnis secara profesional.
"Fokus utama peran Kakak Asuh adalah membantu peningkatan kapasitas SDM dengan memberikan pelatihan dan transfer pengetahuan manajemen perkoperasian, agar pengurus KDMP dapat mengelola unit bisnis dengan baik," kata Syahnas.

Selain aspek manajerial, PKPRI juga berkomitmen membuka jaringan bisnis yang lebih luas bagi koperasi lokal. Langkah ini diimplementasikan melalui integrasi rantai pasok (supply chain) serta penyediaan akses pendanaan guna menyokong keberlanjutan usaha di tingkat daerah.
Komitmen kemitraan ini mencuat di sela-sela pelaksanaan RAT ke-71 PKPRI DKI Jakarta yang mencatatkan kuorum tinggi. Agenda tahunan ini dihadiri oleh 183 anggota aktif dari total 264 anggota.
Dalam forum tertinggi tersebut, seluruh anggota yang hadir secara aklamasi menerima dan menyetujui Laporan Pertanggungjawaban yang diajukan oleh jajaran Pengurus dan Pengawas, yang mencerminkan tingginya akuntabilitas dan transparansi di internal organisasi.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja sektor basis, rangkaian acara RAT ini juga ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada 10 Koperasi Primer Terbaik serta pemberian insentif stimulatif bagi para anggota yang hadir.










