TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membuka dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dapur umum tersebut didirikan di Pondok Pesantren Pancasila, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat. Dalam pengelolaannya, BAZNAS melibatkan relawan dan warga setempat untuk memasak serta menyiapkan makanan siap saji bagi para penyintas.
Makanan yang telah disiapkan kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat.

BAZNAS menyediakan ratusan paket makanan siap saji untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para penyintas selama masa tanggap darurat. Secara keseluruhan, dapur umum BAZNAS menyiapkan hingga 2.400 porsi makanan bagi masyarakat terdampak.
Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu prioritas BAZNAS dalam penanganan bencana. Tim BTB juga terus memantau kondisi di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain dapur umum, BAZNAS turut menghadirkan dapur air di tiga titik di Kabupaten Nagekeo. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat yang terdampak gempa.
Berdasarkan pembaruan data dampak bencana gempa NTT per Rabu, 19 Agustus 2026, sebanyak 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang mengalami luka-luka. Gempa juga berdampak pada sembilan kabupaten/kota.
Sementara itu, sekitar 40 ribu warga dilaporkan mengungsi dan sebanyak 12.153 rumah mengalami kerusakan akibat gempa.
Melalui layanan dapur umum dan dapur air, BAZNAS terus menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban para penyintas selama masa tanggap darurat.










