TVRINews, Jakarta
SWA Media Group bersama Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) kembali menggelar The 17th Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 di Jakarta, Selasa kemarin. Mengusung tema “Accelerating Sustainable Growth through Engineering Human Performance”, ajang ini menyoroti pentingnya peran manusia dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Selama 17 tahun penyelenggaraannya, Indonesia HR Excellence menjadi wadah untuk memotret perkembangan praktik pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Tahun ini, fokus utama diarahkan pada konsep engineering human performance atau rekayasa kinerja manusia, yang mencakup budaya kerja, kualitas kepemimpinan, hingga efektivitas sistem organisasi.
Group Chief Editor SWA, Kemal Effendi Gani, mengatakan tema tersebut dipilih karena dunia usaha menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi dunia kerja, hingga perubahan kompetensi yang dibutuhkan organisasi.
“Teknologi memang penting, artificial intelligence juga penting, tetapi yang paling menentukan tetaplah manusia. Manusia yang unggul, budaya yang kuat, dan kepemimpinan yang baik jauh lebih sulit direplikasi. Ketika AI berfokus pada peningkatan kemampuan manusia daripada menggantikannya, manusia tetap memiliki kekuatan untuk memperoleh nilai dari inovasi yang diciptakan,” ujar Kemal dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis, 11 Juni 2026.
Managing Director LM FEB UI, Yasmine Nasution, menilai keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun melalui tiga pendekatan, yakni market-based view, resource-based view, dan knowledge-based view.
Ia menekankan pentingnya kemampuan organisasi dalam menjaga dan mengelola pengetahuan sebagai sumber keunggulan jangka panjang. “People bisa berubah dan berpindah, tetapi bagaimana knowledge tetap berada di dalam perusahaan akan menjadi pembeda utama dibandingkan organisasi lain,” jelas Yasmine.
Pandangan serupa disampaikan Vice Chairman SEAL AWS sekaligus anggota dewan juri Indonesia HR Excellence 2026, Priyantono Rudito. Menurut dia, keberhasilan strategi AI tidak ditentukan oleh tingkat otomatisasi, melainkan sejauh mana teknologi tersebut mampu memperkuat kemampuan manusia dan memperluas akses terhadap pengetahuan.
“Human-centric AI harus mampu mengamplifikasi kemampuan manusia, mendistribusikan knowledge dan kapabilitas yang dibutuhkan ke seluruh organisasi, serta menciptakan ekosistem yang terus berkembang,” katanya.
Dalam sesi berbagi praktik terbaik, Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan, menjelaskan pengelolaan SDM saat ini harus diarahkan untuk membangun kapabilitas organisasi yang mampu mendukung transformasi bisnis jangka panjang.
Bank Mandiri, kata dia, melakukan investasi besar dalam pengembangan kompetensi melalui pembaruan model kompetensi yang memetakan keterampilan saat ini sekaligus keterampilan masa depan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh karyawan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Sementara itu, Associate Director People Partner & Development PT Great Giant Pineapple, Adhi Hutama Habibi, memaparkan penerapan gamification sebagai fondasi pengelolaan SDM di perusahaan. Pendekatan tersebut diterapkan mulai dari proses rekrutmen, pengembangan karyawan, hingga pembentukan budaya kerja.
Menurut Adhi, seluruh siklus kehidupan karyawan dirancang menggunakan prinsip gamification sehingga pencapaian menjadi lebih terukur, penghargaan lebih jelas, dan motivasi individu untuk berkembang dapat terus ditingkatkan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 40 perusahaan mengikuti program Indonesia HR Excellence 2026. Penilaian dilakukan melalui lima kategori utama, yaitu Employer Branding and Talent Acquisition, Learning & Development and Knowledge Management, HR Digitization & People Analytics, Wellbeing Management, serta Reward Management & Talent Retention.
Sejumlah perusahaan yang meraih penghargaan kategori Employer Branding and Talent Acquisition antara lain BCA, Bank Mandiri, Amartha, Great Giant Foods, dan Huawei Tech Investment. Pada kategori Learning & Development and Knowledge Management, penghargaan diberikan kepada TechConnect, Semen Indonesia, Asian Bulk Logistics, DSN Group, Garuda Food, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Kategori HR Digitization & People Analytics dimenangkan oleh HSBC, Triputra Agro Persada, dan perusahaan lainnya. Adapun kategori Wellbeing Management diraih Kapal Api Group, Perkebunan Nusantara III, serta sejumlah organisasi yang dinilai berhasil membangun program kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.
Sementara itu, PAM JAYA, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan sejumlah perusahaan lain meraih penghargaan pada kategori Reward Management & Talent Retention berkat keberhasilan menerapkan strategi penghargaan dan retensi talenta secara efektif.










