TVRINews, Jakarta
Ketua Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-BAC), Arsjad Rasjid dalam perhelatan ASEAN Investment Forum 2023. Acara ini diselenggarakan untuk kerja sama antar negara yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN).
Arsjad mengatakan bahwa work, live, dan Play yang menjadi peran penting pada IKN, seperti perusahaan dari Malaysia.
“Work, live, dan Play karena kota harus menjadi tempat kerja, tinggal dan main. Worknya dibangun sama pemerintah, livenya ada Pemerintah dan swastaz perumahan-perumahan itu sebagain itu dari swasta saya sebutkan tadi contohnya ada perusahaan Malaysia,”kata Arsjad Rasjid saat di Ballroom Sultan, pada hari Minggu, 3 September 2023.
Lebih lanjut, Arsjad juga mengungkapkan bahwa sektor menjadi utama daripada persen, yang dimana live sektor hunian, work KPBU 52%, APBN 20%, public private partnership 52%. Ada tiga play investasi swasta murni.
“Kita tidak melihat persen, tapi sektornya yang mesti ada. Kalo live sektor hunian, sektor pengelolaan air, pengelolaan sampah harus, energi ada disitu. Itu banyak yang sifatnya adalah pembiayaan dari interfood qpp. Dari seluruh investasi, KPBU itu sekitar 52%, jadi total IKN sekitar 32 miliar dolar sekitar 500 T rupiah itukan 20 persennya APBN negara itu banyak untuk work, kemudian 52% adalah public private partnership dan itu banyak untuk live. Kemudian sisanya yang play itu adalah untuk swasta murninya investasi ada 3, APBN, KPBU, dan swasta,”ungkap Arsjad.
Menurut Arsjad, Indonesia memiliki 270 investor serta IKN setengah jadi dalam pembangunan atau investasi.
“Dari 270 Investor, Indonesia lebih dari setengah jadi kalo kita bicara IKN, pasti paling banyak Indonesia,”tegasnya.










