
300 Ribu Ton Beras Impor Bakal Masuk Februari 2023 Lewat 14 Pelabuhan
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Perum Bulog mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk mengimpor 500 ribu ton beras. Hal itu sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras sebanyak 1,2 juta hingga akhir tahun 2022.
Baca Juga: Tantangan Pembangunan, Sri Mulyani Minta Seluruh Dunia Perangi Perubahan Iklim
Namun, langkah memenuhi beras cadangan ini mengalami kendala. Alasannya, Kementan hanya menyanggupi untuk menyuplai 1 juta ton beras ke Bulog. Karena Kementan tidak mampu, maka sesuai keputusan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) bersama Presiden, Bulog ditugaskan untuk mengimpor 500 ribu beras, dan sisanya 500 ribu beras rencananya akan disupply dari dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, sampai dengan akhir Bulan Desember 2022 ini akan masuk beras impor sebanyak 200.000 ton untuk menambah cadangan beras pemerintah ke 14 titik pelabuhan di Indonesia.
Daftar 14 pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe (Aceh), Belawan (Medan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Padang), Boom Baru (Palembang), Panjang (Lampung), Tanjung Priok (Jakarta), Merak (Banten), Tanjung Perak (Surabaya), Tenau (Kupang), kemudian sisanya akan direalisasikan tahun depan sampai dengan sebelum panen raya.
“Alhamdulillah hari ini Bulog mendapat tambahan stok Cadangan Beras Pemerintah sebanyak 10.000 ton untuk kapal impor perdana dari Vietnam yang baru tiba (5.000 ton di tanjung priok dan 5.000 ton di Merak) dan secara terus menerus akan terus bertambah karena sudah banyak kapal impor dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar yang sudah antri akan bersandar," kata Budi Waseso saat menerima beras di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (16/12/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga mengungkapkan jumlah beras yang akan diimpor adalah sebanyak 500.000 ton, yang akan masuk secara bertahap sampai dengan Februari atau sebelum panen raya.
Kemudian, sisanya sebanyak 300 ribu ton beras akan diimpor pada Januari hingga Februari. Alasan dibagi menjadi dua tahap, agar tidak mengganggu panen raya di dalam negeri.
Baca Juga: Pemerintah Optimis Perekonomian Indonesia Mampu Redam Tantangan Global
"Misalkan nanti mendatangkan tahap keduanya yang 300 ribu ton itu saya perkirakan dan saya haruskan pertengahan Februari semuanya 300 ribu ton sudah masuk. Kenapa? Karena supaya tidak mengganggu panennya. Jadi kekurangan yang tadi 300 ribu ton lebih yang dari dalam negeri plus kewajiban kita menyerap dalam masa panen raya ya kita akan tetap melakukan penyerapan ke dalam," ucap Zulkifli Hasan.
Editor: Redaktur TVRINews
