TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 954 ton bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama periode 15 hingga 22 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan tersebut dikirim melalui Pos Pendukung Logistik Nasional yang dibentuk BNPB di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dari pos tersebut, bantuan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak melalui Bandara Komodo Labuan Bajo dan Bandara Maumere.
"Secara kumulatif sejak tanggal 15 sampai 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan," ujar Berton dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Berton merinci, sebanyak 651 ton bantuan telah dikirim melalui Bandara Komodo Labuan Bajo dengan 45 sorti penerbangan. Sementara itu, 303 ton bantuan didistribusikan melalui Bandara Maumere dengan 23 sorti penerbangan.
Khusus pada Sabtu, 22 Agustus 2026, hingga pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat distribusi bantuan logistik mencapai 147 ton melalui 10 sorti penerbangan.
Rinciannya, sebanyak 70 ton bantuan dikirim menuju Labuan Bajo melalui lima sorti penerbangan dan 77 ton menuju Maumere melalui lima sorti penerbangan.
Selain distribusi bantuan, BNPB juga mencatat jumlah personel yang dikerahkan untuk menangani dampak gempa di wilayah terdampak terus bertambah.
"Hingga saat ini jumlah personil yang bekerja di lapangan, daerah terdampak, jumlahnya terus bertambah," kata Berton.
Ia menyebut sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan telah terlibat dalam penanganan bencana. Para relawan tersebut berasal dari 104 lembaga.
"Serta tentu ada dari kementerian lembaga dan pemerintah daerah yang terus bekerja bahu-membahu untuk melaksanakan meringankan beban warga yang terdampak," pungkasnya.










