TVRINews, Surabaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya data yang akurat dan kredibilitas dalam mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau panti asuhan. Hal ini bertujuan agar layanan yang diberikan bisa maksimal dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Dialog Menteri Sosial dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial se-Provinsi Jawa Timur di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Gus Ipul menyoroti pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial, termasuk yang dilaksanakan oleh LKS.
"Jadi salah satu tugas saya dengan Ibu Gubernur, dengan Bupati/Wali Kota melalui Dinsos masing-masing adalah melakukan pemutakhiran data. Ini instruksi Bapak Presiden, semua bisa ikut berpartisipasi," kata Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan terdapat dua jalur pemutakhiran data. Pertama melalui jalur formal, mulai dari tingkat RT/RW hingga Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Provinsi yang ditetapkan oleh Kepala Daerah.
"Ini sudah kita kasih saluran khusus bu, namanya aplikasi SIKS-NG. Dimana aplikasi ini adalah menjadi penghubung antara Operator Desa, Operator Dinsos dan juga Operatornya Kementerian Sosial," jelas Gus Ipul.
Disamping jalur formal, terdapat jalur partisipasi yang bisa diakses oleh siapa pun melalui aplikasi Cek Bansos, Call Center, maupun WhatsApp Center. Gus Ipul juga mengajak para pengelola LKS untuk membangun kredibilitas melalui proses akreditasi agar dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga filantropi, tanpa harus selalu tergantung pada anggaran negara.
"Maka itu dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak seluruh pengelola LKS, mari kita buat lembaga kita kredibel," ujar Gus Ipul.
Ke depan, Gus Ipul berharap pertemuan ini menghasilkan rencana aksi bersama untuk meningkatkan pelayanan melalui revitalisasi, akreditasi, dan penguatan sumber daya manusia.
"Sehingga LKS benar-benar bisa melayani dengan baik mereka yang memerlukan pelayanan sosial," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan apresiasinya terkait penetapan Permensos Nomor 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial. Ia menilai hal ini menunjukkan fokus pemerintah dalam menghidupkan kembali mitra strategis di lapangan.
"Setelah terakreditasi dengan baik kelembagaannya, tentu kita harus bisa memastikan bahwa yang dilakukan oleh LKS itu memenuhi standar pelaksanaan kegiatan sosial," kata Adhy.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon I Kementerian Sosial, pimpinan DPRD Jawa Timur, tokoh agama, serta para Kepala Dinas Sosial se-Jawa Timur. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadrah dan tari tradisional Remo oleh siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya.










