Penulis: Arny Sinurat
TVRINews, Maluku
Pasca kebakaran menghanguskan ratusan rumah, kios serta kos-kosan di kawasan lorong Tahu, Kota Ambon mengakibatkan masyarakat yang tinggal dikawasan tersebut kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Tantangan Pembangunan, Sri Mulyani Minta Seluruh Dunia Perangi Perubahan Iklim
Kini orangtua dan anak-anak hidup sementara ditenda pengungsian yang didirikan pemerintah kota. Bantuan materi untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan penanganan medis dari Pemerintah kota dan berbagai pihak lainnya juga sudah diberikan demi menunjang keberlangsungan hidup para korban bencana.
Kehilangan harta, benda, dan tempat berlindung membawa luka mendalam bagi masyarakat khususnya anak-anak. Aktivitas keseharian anak-anak menjadi terganggu, kehidupan mereka yang biasanya aman dan nyaman kini harus dilakukan di ketempat pengungsian untuk sementara waktu.
Kini anak-anak menghabiskan waktunya di tenda pengungsian bermain seadannya ditenda pengungsian dan diarea sekitar tempat pengungsian. Tidak sedikit juga anak anak yang masuk ke lokasi kebakaran untuk mengambil sisa puing-puing kebakaran seperti besi untuk bisa dijual kembali.
Kejadian dan kondisi yang berubah drastis tentu akan mempengaruhi kondisi psikis anak-anak. Belum lagi ketika terjadinya kebakaran, anak-anak yang tinggal di area tersebut turut menyaksikannya langsung kejadian, tentu hal ini bila tidak ditangani, akan dapat berujung pada gangguan psikologis.
Oleh karena itu tim psikologi Polda Maluku bersama Team Trauma healing Polwan dan HIMPSI Maluku melakukan kegiatan trauma healing kepada anak-anak yang ada ditenda pengungsian.
“Maksud tujuan ini adalah agar memberikan edukasi kepada anak-anak terutama untuk dapat melewati trauma kebakaran ini dengan baik, sehingga dapat berfungsi secara sosial dengan normal. Tidak ada ketakutan-ketakutan dan trauma yang menghantui anak-anak,” kata AKBP Denny Rendra selaku Kabid Psikologi biro SDM Polda Maluku saat ditemui ketika memberikan trauma helaing pada anak-anak korban kebakaran di tenda pengungsian.
Berbagai kegiatan trauma healing dan Assesment pendampingan dilakukan untuk mendukung psikologis dan sosial anak-anak korba pasca kebakaran. Kegiatan pemberian trauma healing ini juga bukanlah pertama kalinya dilakukan untuk para korban khususnya anak-anak dan akan berkelanjutan hingga masyarakat khsusnya anak-anak sehat secara sosial maupun psikologis.
Baca Juga: DPR RI Ingatkan Pemerintah Jaga Keamanan dan Ketertiban Jelang Libur Nataru 2023
“Nanti kami rencana setiap minggu istilahnya assesment memberikan pendampingan kepada masyarakat disini, hingga nanti saat masyarakat mandiri, sehat secara psikologis, namun selama ini masih berlangsung setiap minggu,’’ ujar Denny Rendra.
Editor: Redaktur TVRINews
