Penulis: Agus Triwasono
TVRINews, Nganjuk
Terdampak kekeringan, ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Nganjuk kesulitan air bersih. Untuk mendapatkan air, warga harus bergiliran mengambil dari sumber air di hutan yang cukup jauh meski debit air sangat terbatas.
Membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mengirimkan 10.000 liter air bersih di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk.
Warga yang sejak pagi menanti langsung mendatangi truk tangki dengan membawa jerigen untuk mendapatkan bantuan air bersih.
Kekeringan terjadi di wilayah tersebut sejak beberapa bulan lalu. Untuk kebutuhan air setiap hari seperti memasak dan minum, warga desa terpaksa mencari air bersih di tengah hutan dengan menempuh jarak cukup jauh dan melewati medan terjal.
Baca juga: Walikota Surabaya Kampanyekan Stop Kekerasan Dan Pernikahan Dini
“Ambil air di sumur alas dan jumlahnya terbatas. Sehari-hari air biasa dipakai untuk minum, mandi. Ambil airnya jauh sekitar 1 kilometer, tiap hari naik motor bolak-balik 2-3 kali. Ini sudah nunggu seharian nunggu truk datang. Pengennya dibuatkan sumur disini.” Ujar salah satu warga.
Tidak sampai disitu, upaya warga pun juga dilakukan dengan menggali sumur untuk mendapatkan sumber air. Namun sayang, saat muncul sumber air, air terasa asin dan tidak layak konsumsi.
Ada 2 Dusun yang terdampak kekeringan krisis air bersih yakni Dusun Jomblang dan Dusun Sendanggogor. Di Dusun Jomblang tercatat ada sebanyak 147 Kepala Keluarga dan Dusun Sendanggogor ada sebanyak 258 Kepala Keluarga.
Selain melakukan droping air bersih, pihak BPBD juga memberikan bantuan beberapa tandon air. BPBD Kabupaten Nganjuk akan memberikan bantuan air bersih dua hari sekali agar warga dapat bertahan menghadapi masa krisis tersebut.
“Kegiatan hari ini BPBD pengiriman air bersih 2 truk kemudian pengiriman tandon air sebanyak 4 buah dan jerigen 60 untuk pengambilan air bersih untuk masyarakat. Karena sesuai dengan hasil asesmen di Dusun Jomblang layak diberikan bantuan air bersih. Sejak dulu rutin setiap tahun seperti ini, sudah jadi resiko pekerjaan.” Ungkap pihak BPBD.
Editor: Redaktur TVRINews
