Penulis: Eko Saputra
TVRINews, Lampung
Gunung Anak Krakatau erupsi puluhan kali, Kamis, 13 Juli 2023. Dari kawah menyemburkan material vulkanik hingga ratusan meter. Petugas pos pantau gunung anak Krakatau, intens memantau peningkatan aktifitas gunung berapi ini.
Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, terus memperlihatkan peningkatan aktifitas. Sejak Selasa 11 Juli kemarin, telah mengalami erupsi 24 kali dan berdurasi 29 sampai 194 detik. Ketinggian letusan maksimal 300 meter, dan dari dalam kawah menyemburkan asap kelabu.
Petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau, Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa. Lampung Selatan, mencatat, gempa vulkanik dangkal terjadi 4 kali, dengan aplitudo getaran 8 hingga 28 milimeter, durasi 5 sampai 9 detik. Sedangkan gempa vulkanik dalam hanya 1 kali, amplitodo 63 milimeter, dan durasi 11 detik. Sementara gempa tremor non harmonik sebantak 8 kali.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi mengatakan gempa hybrid mencapai 10 kali, dan gempa dengan frekuensi rendah (low frekuensi) sebanyak 13 kali. Andi juga menjelaskan aplitudo getaran rata rata 10 hingga 35 milimeter 110 hingga 160 detik.
Baca juga: Pembersihan Lumpur Bekas Banjir Lahar Dingin Lambat Akibat Tumpukan Material
"Gempa erupsi itu terjadi kemarin, dan karena rata-rata Kratakau masih aktif,
Sedang membangun kembali tubuhnya." kata Andi kepada TVRINews.
Meski begitu, Andi Suwardi menjelaskan sejauh ini masih dinyatakan aman, namun petugas pos pantau, intens mengawasi aktifitas peningkatan gunung anak Krakatau.
"Kalau ketinggian kemarin maksimal, 300 meter, tidak terlalu tinggi seperti biasa." lanjut Andi Suwardi.
Tercatat, selama bulan Juli, Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi sebanyak 30 kali. Siapapun dilarang mendekat di radius 5 kilo meter, karena sangat berbahaya.
Editor: Redaktur TVRINews
