TVRINews, Kendari
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan ungkapan “negara hadir untuk rakyat” harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Tito saat meninjau lokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, pemerintah sebagai representasi negara tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami kebutuhan mereka secara nyata.
“Di sinilah kita ingin merubah cara berpikir kita agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menjelaskan kunjungannya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merupakan bagian dari upaya memastikan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang perumahan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Tito mengungkapkan, alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 bantuan hanya menyasar 1.129 unit rumah, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 8.973 unit rumah.
Setiap unit rumah menerima bantuan peningkatan kualitas hunian sebesar Rp20 juta.
Sementara itu, di Kota Kendari pemerintah menargetkan rehabilitasi 548 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan pendapatan sekitar Rp1 juta per bulan.
Menurut Tito, program bedah rumah dan pembangunan hunian layak tersebut merupakan salah satu program bantuan masyarakat terbesar yang pernah ia temui selama menjabat sebagai Mendagri.
“Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan,” ucap Tito.
Tito juga mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto serta langkah Menteri PKP yang kerap turun langsung meninjau kawasan permukiman masyarakat kurang mampu untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Ia berharap program bantuan perumahan dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang guna mengurangi backlog atau kekurangan ketersediaan rumah di Indonesia.
“Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, masalah yang ada baik orang yang tidak punya rumah maupun tidak layak huni ini makin lama makin berkurang,” tutur Tito.










