TVRINews, Tangerang
Upaya pelestarian lingkungan terus digencarkan di Curug, Kabupaten Tangerang, melalui dua program berbasis pengelolaan sampah yang melibatkan sekolah dan masyarakat. Kedua inisiatif ini diinisiasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, dengan fokus pada pengurangan limbah organik dan peningkatan kesadaran lingkungan di lingkungan pendidikan.
Program pertama, Pengolahan Biokonversi Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot dan Lele, diluncurkan pada Minggu, 27 April 2025, di Desa Cukanggalih, Curug. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Paramount Land dan yayasan non-profit Gen Care. Sampah organik diolah menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi untuk budidaya ikan lele.
Metode ini menciptakan sistem pertanian terpadu yang minim limbah dan berkelanjutan. Selain ramah lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Para peserta dapat menjadi relawan tanpa dipungut biaya dan mengikuti pelatihan intensif selama sembilan bulan, yang mencakup pengolahan sampah, budidaya maggot, pembibitan, hingga pengolahan produk turunan seperti keripik lele. Pendampingan teknis juga diberikan bersama perangkat desa hingga ke tahap pemasaran.
Program kedua, KURASAKI (Kurangi Sampah Sekolah Kita), diluncurkan pada Selasa, 29 April 2025, di MTS Al-Muawanah, Desa Kadu, Curug, bekerja sama dengan Bank Sampah Akademi Kompos (Akkom). KURASAKI menyasar siswa dan guru melalui pendekatan edukatif, seperti kerja bakti rutin, lomba kelas bersih, kreasi daur ulang, dan pengangkatan Duta Lingkungan.
Selama dua bulan, siswa dilatih untuk memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan sejak 2014 dalam menjalankan tanggung jawab sosial berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
“Konsistensi dan komitmen Paramount Land dalam melaksanakan beragam program CSR secara berkelanjutan telah aktif dilakukan sejak tahun 2014 sebagai wujud penerapan ESG dalam operasional perusahaan. Secara bertahap, kami terus meningkatkan skala dan intensitas program sosial untuk menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak positif yang lebih besar,” ujar Norman, dikutip Rabu, 30 April 2025.
Ia menambahkan, “Program Pengolahan Biokonversi Sampah Organik melalui Budidaya Maggot dan Lele serta KURASAKI merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengembangkan program sosial berbasis community development yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.”
Kedua program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui CSR Awards 2024.
Baca Juga: TNI Segera Punya Wakil Panglima, Siapa yang Terpilih?










