TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy periode 2019-2024, mengucapkan selamat kepada Pratikno yang resmi menjabat sebagai Menko PMK periode 2024-2029 dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kesempatan itu, tidak hanya memaparkan capaian Kemenko PMK, Muhadjir juga mengusulkan untuk mempercepat usia masuk sekolah dasar dari 7 tahun menjadi 6 tahun.
Ia juga menekankan bahwa hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan.
"Angka partisipasi kasar untuk SD itu mengalami penurunan sangat drastis, sekarang hampir sekitar 9,8 persen angka anak usia SD itu sudah bersekolah. Mungkin nanti perlu mendapatkan koreksi dari Pak Menko itu adalah awal masuk sekolah, yang sekarang masih 7 tahun, sebaiknya dipercepat menjadi 6 tahun," kata Muhadjir di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2024.
Menurutnya, penyesuaian usia masuk sekolah akan membantu mengoptimalkan pendidikan dan berdampak positif pada hasil penilaian internasional seperti Program for International Student Assessment (PISA), yang menilai kemampuan siswa berdasarkan usia.
Adapun terkait penilaian internasional dari PISA, Muhadjir menyebut bahwa keterlambatan usia masuk sekolah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil PISA Indonesia.
"PISA menilai berdasarkan usia 15 tahun, bukan tingkat kelas. Oleh karena itu, jika awal masuk sekolah terlambat, hasil penilaian akan kurang optimal," ucapnya.
Berdasarkan pemaparan Muhadjir, pencapaian yang berhasil diraih Kemenko PMK selama periode 2019-2024, antara lain peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 71,92 poin menjadi 74,39 poin.
Kemudian, penurunan angka kemiskinan dari 9,41 persen menjadi 9,034 persen.
Selanjutnya, Muhadjir mencatat bahwa angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 2,7 persen menjadi 0,83 persen.
Selain itu, terkait penurunan angka stunting dari 27,7 persen pada 2019 menjadi 21,5 persen pada 2023. Sedangkan penurunan tingkat pengangguran dari 5,28 persen menjadi 4,82 persen.










