Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengapresiasi komitmen serta partisipasi aktif Western Sydney University (WSU) dalam membentuk generasi masa depan pemimpin Indonesia dengan mendirikan kampus internasional pertamanya di Surabaya, Kamis, 9 November 2023, kemarin. WSU merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Australia yang dikenal dengan komitmennya terhadap standar edukasi yang tinggi dan inovatif.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa pendirian kampus WSU di Surabaya merupakan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dan Australia dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas.
“Saya yakin melalui pendirian kampus WSU di Surabaya, akan meningkatkan mobilitas akademik, serta kerja sama dan penelitian antara kedua negara besar kita. Saya sangat mengapresiasi komitmen dan partisipasi aktif Western Sydney University dalam membentuk generasi pemimpin Indonesia masa depan,” kata Mendikbudristek Nadiem dalam keterangan yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 10 November 2023.'
Baca Juga: Generasi Muda Indonesia, Potensi Besar untuk Membawa Perubahan di Tahun 2045
Tak hanya itu, Nadiem merasa bangga atas kolaborasi yang terjalin dengan pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam memperkuat dan meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas.
“Saya berharap kolaborasi ini dapat semakin mengembangkan potensi mahasiswa Indonesia guna mempersiapkan pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Nadiem menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan transformasi pendidikan tinggi melalui gerakan Merdeka Belajar. Melalui gerakan ini, Indonesia memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kampus, seperti magang di perusahaan, melakukan proyek penelitian, mengajar di sekolah-sekolah di wilayah terluar, serta pertukaran pelajar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Saya senang bahwa pemerintah Australia mendukung inisiatif kami. Sejak 2022, perguruan tinggi di Australia telah berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar (IISMA) dan yang dirancang khusus untuk vokasi (IISMA Vokasi). Melalui program ini, kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun pengetahuan dan pengalaman lintas budaya yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ucap Nadiem.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Australia, Jason Clare, merespon sambutan Nadiem dengan mengutip pepatah lama Indonesia, ‘tak kenal maka tak sayang’, di mana penduduk Indonesia dan Australia telah mengenal satu sama lain sejak lama.
Terkait pendirian WSU, Menteri Clare menyampaikan bahwa pemimpin kedua negara telah bertemu pada Juli 2023 dan membahas pendidikan yang berkualitas di masa depan.
“Pendidikan, selain mengubah individu juga mampu mengubah sebuah bangsa,” kata Clare.
Sebagai informasi tambahan, selama dua tahun berturut-turut, WSU meraih predikat peringkat pertama dari Times Higher Education (THE) University Impact Rankings atas dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang telah ditimbulkan. Melalui pencapaian tersebut, WSU melanjutkan dampak positifnya bagi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan pendidikan yang diakui secara internasional dengan lingkungan belajar kelas dunia yang bertumpu kepada aspirasi mahasiswa dan berbasis teknologi di Surabaya.
Editor: Redaktur TVRINews
