
Generasi Muda Indonesia, Potensi Besar untuk Membawa Perubahan di Tahun 2045
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Sekretaris Jendral (Sekjen) Jaringan Nasional Go Gibran Azwar Muhammad menyatakan bahwa generasi muda telah mengalami perkembangan dan transformasi yang besar.
Capres-Cawapres harus mempertimbangkan program yang memberikan dampak positif langsung pada kehidupan generasi muda.
"Ini harus dijawab oleh para capres-cawapres. Zaman sudah berubah sekarang. Nah, mungkin saja sosok yang cocok mampu menjawabnya ada pada Mas Gibran. Sosok anak muda yang benar-benar muda," kata Azwar pada diskusi publik bertajuk "Pesan Pemuda Dalam Pembangunan Masa Depan Menuju Emas 2024" di Jakarta Selatan, Kamis, 9 November 2023.
Azwar mengemukakan bahwa generasi muda saat ini untuk diberikan ruang agar dapat berkembang, banyak yang meramalkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045.
"Bonus demografi, usia yang produktif, sekarang angkanya mungkin hampir sekitar 190 juta. Ini mau diapakan?" ucap Azwar.
Azwar melanjutkan, saat ini jumlah penduduk Indonesia hampir mencapai 280 juta jiwa.
Jika menggunakan pendekatan daftar pemilih tetap (DPT), diperkirakan bahwa usia muda di bawah 40 tahun telah mencapai angka 145 juta, yang merupakan sekitar 60 persen dari total penduduk.
"Masak anak-anak muda ini mau dicekokin politik hanya kepentingan orang-orang tua, kan enggak mungkin. Harus ada cara baru untuk anak-anak muda ini," ujarnya.
Selain itu, Azwar juga mengungkapkan tentang terbentuknya Jaringan Nasional Go Gibran yang berhasil mencakup 22 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
"Kami mempunyai inisiatif membentuk ini belum sampai sebulan. Kami nggak pakai uang. Saya juga nggak menyangka luar biasa gerakan ini. Inilah ada suasana anak-anak muda ke depan yang harus kita endorse. Kita harus ngomong soal ekonomi digital, transformasi ekonomi, nah anak-anak muda harus ngomong isu ini," tuturnya.
Diwaktu yang sama, Politikus Muda Partai Golkar Adi Baiquni, mengatakan bahwa saat ini memang era anak muda yang sedang berlangsung.
Menurutnya, setiap generasi memiliki gaya dan pandangan hidup yang berbeda-beda.
"Anak muda yang sadar dimana kemampuannya, fashionnya. Nah, Mas Gibran ini simbol anak muda untuk di eksekutif. Pengalaman ada, intelektual ada. Untuk itu, di 2024 anak muda harus mengkonsolidasikan dirinya untuk turut serta berpartisipasi pada Pemilu. Tingkat partisipasi harus lebih maksimal," ucap Adi.
Ditambahkannya, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin, menekankan pentingnya mempertimbangkan baik kapasitas maupun integritas calon presiden dan wakil presiden dalam memilih.
Selain itu, Ia juga menuturkan perlunya keseriusan para calon dalam menangani isu korupsi yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
"Seorang pemimpin, siapapun dia harus memiliki integritas. Penyakit kita ini korupsi. Kalau orde baru dulu korupsi di bawah meja, kalau sekarang meja-mejanya di korupsi," tutur Ujang.
Editor: Redaktur TVRINews
