TVRINews, Jakarta
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan sejumlah pengembangan dalam cabang dan kategori perlombaan. Salah satunya kaligrafi berbasis teknologi informasi (IT) yang mulai diperkenalkan dan diperlombakan dalam ajang tersebut.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengapresiasi pengembangan tersebut. Menurutnya, inovasi dalam kategori perlombaan menjadi bagian dari upaya mengembangkan penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an.
“Banyak sekali tambahan yang diperlombakan dalam MTQ, terutama dalam kaligrafi. Kaligrafi yang menggunakan IT ini juga sudah mulai diperkenalkan, dicobakan, bahkan diperlombakan di Kota Semarang ini,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran persnya, Minggu, 20 September 2026.
Menurutnya, pengembangan kategori dalam MTQ menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an. Ia berharap pengembangan tersebut dapat terus dilakukan pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Nasaruddin juga membahas capaian Jawa Tengah yang menempati posisi kedua pada MTQ Nasional XXXI. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan prestasi karena didukung banyak pesantren dan calon peserta potensial.
“Jawa Tengah sesungguhnya sangat potensial. Di sini kota pesantren, dan potensi-potensi kandidat, calon juaranya itu banyak sekali,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peningkatan prestasi Jawa Tengah yang pada MTQ Nasional sebelumnya berada di peringkat ke-16 dan pada tahun ini mampu menempati posisi kedua.
“Semarang patut diapresiasi. Dari urutan 16 nasional menjadi urutan 2. Itu loncatannya luar biasa,” ucapnya.
Nasaruddin juga mengapresiasi peran Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang turut mendukung peningkatan prestasi kafilah Jawa Tengah.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Atas nama provinsi dan masyarakat Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh kepala daerah di Jawa Tengah.
Terkait keberhasilan Jawa Tengah meraih posisi kedua, Ahmad Luthfi mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara serius. Para kafilah, kata dia, menjalani pelatihan, pemusatan pembinaan, serta penguatan materi bersama tim pembina.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari pelayanan terhadap para kafilah selama berada di Jawa Tengah, tetapi juga dari prestasi kafilah Jawa Tengah dalam kompetisi.
"Kita tidak hanya melayani para kafilah secara sukses, tetapi kita menginginkan kafilah Jawa Tengah juga sukses,” pungkasnya.










