
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kesiapan sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 setelah pelaksanaan simulasi kembali berjalan normal usai penanganan kendala teknis yang sempat terjadi.
Simulasi TKA dilakukan sebagai bagian dari tahapan penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur teknologi, sistem layanan, serta alur pelaksanaan sebelum asesmen dilaksanakan secara nasional.

Pengujian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kapasitas server, stabilitas jaringan, hingga respons sistem terhadap lonjakan akses pengguna secara bersamaan.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin menyampaikan bahwa tingginya animo masyarakat terhadap TKA 2026 menjadi perhatian utama pemerintah dalam memperkuat kesiapan layanan.
"Kami menyadari antusiasme masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Karena itu, kesiapan layanan menjadi prioritas kami agar pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan dengan baik," ujar Toni Toharudin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 26 Februari 2026.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menegaskan bahwa simulasi berfungsi untuk menguji keandalan sistem dalam kondisi nyata sebelum digunakan secara luas oleh peserta didik.
"Simulasi ini dirancang untuk menguji sistem secara riil. Dari proses ini kami memperoleh data penting sebagai dasar penguatan sistem, sehingga murid dapat mengikuti TKA dengan nyaman dan aman," kata Rahmawati.
Pusat Asesmen Pendidikan juga terus melakukan pemantauan dan optimalisasi sistem secara berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas server serta penyempurnaan mekanisme mitigasi risiko.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan peserta, seiring jumlah pendaftar TKA jenjang SD dan SMP yang telah mencapai 9.038.281 murid.
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah mengimbau masyarakat dan satuan pendidikan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi kementerian.
Seluruh masukan dari hasil simulasi akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan asesmen pendidikan nasional pada TKA 2026.
Editor: Redaktur TVRINews
