Writer: Alfin
TVRINews, Sulsel
Salah satu bukti peninggalan penjajahan Jepang di Pulau Lae-lae, Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, yakni dapat dilihat dari bunker-bunker yang dibangun oleh penjajah di seputaran kawasan Pulau Lae-lae
Pulau Lae Lae merupakan sebuah pulau kecil yang termasuk dalam gugusan spermonde. Pulau Lae-Lae berjarak 1,25 km dari dermaga Kayu Bangkoa Makassar dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit dari dermaga tersebut. Saat ini pulau Lae-Lae merupakan salah satu destinasi wisata Kota Makassar khususnya wisata pantai
Terdapat 2 bunker di pulau tersebut, Bunker 1 ditemukan di pekarangan rumah warga. Tepatnya berada di sisi jalan setapak bagian selatan perkampungan. Letak bunker ini tidak jauh dari Kantor Lurah Lae-Lae, hanya berjarak sekitar 20 meter.
Baca Juga: Hadiri HUT-64 PEPABRI, Menhan Prabowo Disambut Hangat Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri
Denah bunker ini berbentuk huruf „Z? terbalik dan berukuran panjang sekitar 5 meter, sedangkan Bunker 2 berada di dalam pekarangan warga di bagian ujung barat pulau. Denah bunker ini berbentuk menyerupai susunan anak tangga dengan panjang bangunan sekitar 7 meter.
Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Bidang Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya, nemantau perkembangan Rehabilitasi Kedua Bunker tersebut. Kepala Bidang Sejarah, Tradisi dan Cagar Budaya, Haryanti Ramli mengatakan keberadaan bunker ini merupakan aset negara yang harus dipelihara.
"Pemeliharaan Bunker Lae-Lae ini merupakan bagian dari pada Pelestarian Objek Cagar Budaya yang ada di Wilayah Administratif Kota Makassar, dimana Bunker Lae-lae ini merupakan salah satu saksi sejarah yang dibuat dengan tujuan dijadikan tempat pertahanan, pengintaian, persembunyian, perlindungan dan juga sebagai tempat menyimpan senjata dan amunisi," kata Haryanti.
Selain itu, keberadaan Bunker tersebut dapat dikembangkan untuk mendorong potensi bidang lain, diantaranya wisata.
"Kedepan Bunker Lae-lae ini dapat dijadikan sebagai sarana informasi dan edukasi sejarah yang dapat dijadikan destinasi wisata sejarah/budaya. Kami berharap peran serta semua pihak termasuk masyarakat dan pemerhati sejarah/budaya agar peninggalan-peninggalan Sejarah tetap terpelihara dan terlestarikan" lanjut Haryanti Ramli.
Baca Juga: MenPANRB: Dorong Digitalisasi Izin Event, Semakin Menggerakan Ekonomi Kreatif
Editor: Redaktur TVRINews
