
Keindahan Alam di Kampung Mentawir, Destinasi Wisata di Ibu Kota Nusantara
Writer: Redaksi TVRINews
TVRINews, IKN
Di balik masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kampung Mentawir di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyimpan potensi alam yang luar biasa.
Kampung pesisir yang kini menjadi bagian dari wilayah IKN ini dikenal dengan bentang alam yang masih alami, terutama dengan adanya hutan mangrove yang luas.
Hutan mangrove ini tidak hanya menjadi pelindung alami bagi kampung, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan.
Terletak di Teluk Balikpapan, Kampung Mentawir memiliki sekitar 3.000 hektar hutan mangrove, dengan 1.350 hektar di antaranya dijadikan area konservasi. Sementara itu, 600 hektar lainnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai objek wisata alam.
Sejak 2017, masyarakat melalui kelompok sadar wisata telah mengembangkan hutan mangrove ini sebagai destinasi wisata, untuk mengenalkan potensi alam desa serta membantu perekonomian warga dari sektor pariwisata.
Hutan mangrove di Kampung Mentawir menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, dan menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Di sini, wisatawan dapat menemukan 14 jenis pohon mangrove yang telah teridentifikasi.
Keindahan alam yang ditawarkan oleh hutan mangrove ini sangat menarik, dengan suasana yang khas pesisir yang hijau dan asri. Ini menjadi tempat yang pas untuk melepas penat, jauh dari hiruk-pikuk pembangunan di sekitar IKN.
Potensi wisata alam hutan mangrove Kampung Mentawir sejalan dengan konsep pembangunan IKN yang mengusung ide Forest City, sebuah kota yang dikelilingi ruang terbuka hijau dan hutan.
Dengan jarak hanya sekitar 40 kilometer dari titik nol IKN, Kampung Mentawir menjadi contoh nyata bagaimana alam dan pembangunan dapat bersinergi, memberikan ruang bagi ekosistem yang lestari dan pariwisata yang berkelanjutan.
Wisatawan yang mengunjungi hutan mangrove Kampung Mentawir seakan dibawa ke sisi yang berbeda, menikmati ketenangan alam sambil menikmati keindahan alam pesisir yang masih terjaga.
Keindahan alam ini menjadi oase di tengah proyek besar pembangunan IKN, yang bertujuan untuk menciptakan kota masa depan yang ramah lingkungan.
Editor: Rina Hapsari
