
Foto: Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Bareskrim Polri (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Writer: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan pengamanan di wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara. Di mana, penguatan ini dilakukan dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa pihanya bergerak cepat dalam merespons setiap dinamika yang muncul di lapangan. Di mana, sebelumnya, situasi keamanan dilokasi tersebut sempat memanas.
“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” kata Trunoyudo pada Minggu, 5 April 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan peningkatan pengamanan dilakukan dengan melakukan pengecekan kesiapan pasukan Brimob di Mako Brimob pada Sabtu, 4 April 2026 kemarin. Di mana, kegiatan itu dipimpin langsung oleh Wakapolri, Dedy Prasetyo, sebagai bagian dari memastikan kesiapan personel sebelum diberangkatkan ke wilayah tugas.
“Sejumlah personel dari berbagai satuan turut dilibatkan dalam operasi ini, termasuk Brimob, Itwasum, BIK, Divisi Propam, hingga Bareskrim,” ungkapnya.
“Khusus untuk Papua Tengah, kekuatan yang disiapkan mencapai ratusan personel guna mendukung pengamanan dan penanganan situasi,” terusnya
Untuk Maluku Utara, lanjutnya sebagian personel telah diberangkatkan lebih awal menggunakan pesawat, sementara sisanya dijadwalkan menyusul sesuai ketersediaan penerbangan.
“Total personel gabungan yang diberangkatkan untuk penguatan di Papua Tengah sebanyak 148 personel. Mereka diberangkatkan Minggu (5/4) pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire,” ujarnya.
Penguatan aparat ini tidak terlepas dari sejumlah peristiwa yang terjadi di kedua wilayah. Di Halmahera Tengah, Maluku Utara, konflik antarwarga dipicu oleh dugaan pembunuhan di Desa Bobane Jaya yang kemudian berkembang menjadi bentrokan dengan warga Desa Sibenpopo.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban jiwa dilaporkan jatuh, serta terjadi kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah.
Aparat gabungan bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi hingga kembali kondusif.
Sementara itu, di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, insiden kekerasan terhadap anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, menyebabkan korban meninggal dunia setelah diserang oleh orang tak dikenal.
Dalam menangani situasi ini, Polri tidak hanya mengandalkan penguatan personel, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.
“Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” ujarnya.
Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus yang terjadi di Halmahera Tengah dan Dogiyai, sekaligus memastikan stabilitas keamanan di kedua wilayah tetap terjaga.
Editor: Redaktur TVRINews
