Writer: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Managing Director and Chief Knowledge Officer World Bank, Paschal Donohoe, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Pertemuan strategis tersebut membahas dukungan Bank Dunia terhadap upaya Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Menko Airlangga mengungkapkan bahwa World Bank memberikan perhatian khusus melalui laporan bertajuk Growth and Jobs. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mengidentifikasi sejumlah sektor prioritas yang akan menjadi fokus kerja sama ke depan.
Menurut Airlangga, identifikasi program mencakup beberapa pilar penting dalam ketahanan ekonomi nasional yakni Ketahanan Pangan melalui Pengembangan program berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan lalu Energi Terbarukan (Renewable Energy) melalui Transisi energi menuju pertumbuhan hijau serta Sektor Padat Karya: Fokus pada penciptaan lapangan kerja secara masif.
"Mereka menyampaikan laporan Growth and Jobs. Kita akan identifikasi beberapa program baik itu yang terkait dengan pangan, energi terbarukan, juga terkait dengan sektor padat karya," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya dikutip pada, Jumat, 30 Januari 2026.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana revitalisasi industri tekstil nasional. Airlangga menegaskan bahwa World Bank akan mendukung langkah Indonesia dalam menghidupkan kembali kejayaan sektor tekstil melalui skema yang komprehensif.
"Padat karya, mereka akan mensupport rencana Indonesia untuk revitalisasi industri tekstil, dan Indonesia sudah punya roadmap-nya bagaimana ini kita revitalisasi," jelasnya.
Terkait bentuk dukungan tersebut, Airlangga memberikan sinyal bahwa dukungan Bank Dunia kemungkinan besar akan masuk melalui sisi pendanaan (financing).
Menariknya, langkah revitalisasi industri tekstil ini dipastikan berjalan selaras dengan rencana pembentukan BUMN khusus tekstil di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Saat dikonfirmasi mengenai keterkaitan revitalisasi tersebut dengan arah kebijakan Danantara, Airlangga menegaskan bahwa keduanya berada dalam satu visi.
"Satu jalan (dengan rencana Danantara)," pungkas Airlangga singkat.
Editor: Redaksi TVRINews
