
Banjir Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia, BNPB Imbau Waspada dan Siaga
Writer: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Sejumlah bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh kejadian banjir melanda beberapa wilayah Indonesia.
Per hari ini, Kamis, 27 Februari 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa kejadian bencana signifikan yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dari wilayah Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo melaporkan bahwa wilayahnya terdampak banjir pada Senin, 24 Februari 2025, sore akibat hujan lebat yang mengguyur.
Tercatat lima kecamatan dan 10 desa dengan total 275 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hingga Rabu, 26 Februari 2025, siang, kondisi genangan air masih mengalami kenaikan, dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi dari 10 hingga 35 cm.
Sebagai upaya penanggulangan, petugas telah melakukan penyedotan dengan mobil pompa air dan mengaktifkan rumah pompa dari Dinas PU Kabupaten Sidoarjo.
Masih dari Jawa Timur, BPBD Kabupaten Gresik memperbaharui laporan kejadian banjir yang melanda wilayah Gresik sejak Selasa, 25 Februari 2025, pukul 01.45 WIB.
Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 15 desa di empat kecamatan terdampak, dengan total 4.834 KK yang rumahnya terendam banjir.
Laporan terakhir, pada Rabu, 26 Februari 2025, pagi, tercatat bahwa banjir di Kecamatan Balongpanggang telah surut, namun di Kecamatan Benjeng, Cerme, dan Driyorejo masih tergenang banjir dengan TMA bervariasi dari 5 hingga 120 cm.
Sementara itu, dari Pasuruan juga mengupdate informasi kejadian banjir yang melanda wilayahnya sejak Minggu, 23 Februari 2025.
Sebanyak 15 desa di enam kecamatan dengan total 3.051 KK terdampak. Dengan rincian, Kecamatan Bangil 473 KK, Winongan 75 KK, Grati 258 KK, Rejoso 410 KK, Gempol 320 KK, dan yang terbanyak di Kecamatan Beji 1.525 KK.
Kondisi pada Rabu, 26 Februari 2025, genangan air mengalami kenaikan, dengan TMA 5 hingga 80 cm.
Dari Provinsi Aceh, BPBD Kabupaten Pidie Jaya melaporkan tujuh gampong/desa di empat kecamatan terdampak banjir pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 20.45 WIB.
Tercatat sebanyak 21 unit rumah terdampak, dan 5 KK mengungsi ke rumah kerabat yang aman. Selain merendam rumah, air juga merendam 20 hektar lahan persawahan milik warga.
Hingga berita ini dimuat, petugas masih melakukan pendataan mengingat wilayah yang terdampak cukup luas.
Masih dari Aceh, BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya juga melaporkan kejadian banjir yang melanda wilayahnya pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 16.00 WIB.
Hujan deras menyebabkan banjir di dua desa, yakni Desa Alue Manggota di Kecamatan Blangpidie, serta Desa Alue Rambut di Kecamatan Jeumpa.
Laporan sementara tercatat 15 KK dan satu hektar lahan persawahan terdampak. Kondisi mutakhir, air belum surut sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan di titik lokasi yang terdampak banjir.
Kemudian, dari Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung juga melaporkan kejadian banjir yang diakibatkan oleh Sungai Cikapundung dan Citarum meluap.
Kejadian ini mengakibatkan air merendam pemukiman warga serta jalan raya pada Selasa, 25 Februari 2025, pukul 16.20 WIB.
Tercatat sebanyak 3.275 KK atau 7.298 jiwa terdampak, dan 76 KK atau 233 jiwa mengungsi.
Berdasarkan pengamatan petugas di lapangan, kondisi air pada Rabu sore di beberapa titik berangsur surut.
Mengingat masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir di sejumlah wilayah tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Warga diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, antara lain dengan membersihkan saluran drainase, mempersiapkan area penampungan air, memangkas dahan pohon untuk mengurangi potensi pohon roboh saat cuaca ekstrem, serta menetapkan rencana kedaruratan dan evakuasi.
Editor: Redaktur TVRINews
