
Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Sumatera Barat dan Riau, BNPB Imbau Kesiapsiagaan
Writer: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Hujan dengan intensitas tinggi yang masih terjadi di beberapa wilayah menyebabkan banjir di sejumlah daerah.
Di Provinsi Sumatera Barat, tiga wilayah terdampak banjir, yaitu Kabupaten Solok, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman.
Pada Jumat, 28 Februari 2025, satu kecamatan yang terdiri dari lima nagari di Kabupaten Solok terendam banjir.
Sebanyak 320 jiwa terdampak akibat genangan air yang merendam 84 unit rumah dan menyebabkan 50 hektar lahan sawah gagal panen.
Pada Sabtu, 1 Maret 2025, debit air mulai menyusut, dan warga bersama personil BPBD Kabupaten Solok membersihkan lingkungan pemukiman yang terdampak.
Di Kabupaten Pasaman, banjir melanda nagari Lansap Kadap, Kecamatan Rao Selatan, yang mengakibatkan 50 kepala keluarga terdampak.
Selain itu, luapan sejumlah sungai di Kabupaten Lima Puluh Kota, seperti Sungai Batang Manggilang, Batang Maek, Batang Kapur Kociak, Batang Sanipan, Batang Kampar, dan Batang Kapur, merendam rumah masyarakat sejak Kamis, 27 Februari 2025.
Total, 366 kepala keluarga di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kapur IX, dan Harau terdampak. Banjir juga menyebabkan kerusakan pada 30 hektar lahan pertanian, serta merusak beberapa ternak dan budidaya ikan lele dan nila.
Infrastruktur juga terkena dampak, dengan tiga titik jembatan dan akses jalan Lubuak Alai-Koto Lamo yang tidak dapat dilalui kendaraan hingga saat ini.
Sementara itu, di Provinsi Riau, banjir juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Kuantan Singingi.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Kampar sejak Kamis, 27 Februari 2025, akibat luapan Sungai Sukaramai, mengakibatkan 5.306 jiwa warga Kecamatan Tapung Hulu dan Koto Kampar Hulu terdampak.
Kerugian material yang tercatat, antara lain, merendam 1.382 unit rumah, dua masjid, dua fasilitas umum, dan satu fasilitas pendidikan.
Pada Sabtu pagi, 1 Maret 2025, air mulai surut, namun wilayah ini masih berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Di Kota Pekanbaru, banjir melanda empat kecamatan dengan ketinggian muka air antara 65-80 sentimeter, menyebabkan 796 jiwa terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Kuantan Singingi, Sungai Batang Kuantan meluap pada Jumat, 28 Februari 2025, dan merendam dua desa, yakni Desa Teluk Beringin dan Desa Banjar Padang, dengan total 144 jiwa terdampak. Kondisi terkini menunjukkan bahwa banjir mulai surut.
Banjir di Kabupaten Rokan Hulu, yang terjadi sejak Kamis, 27 Februari 2025, berdampak pada 33 desa dan kelurahan di 11 kecamatan.
Hingga Jumat, 28 Februari 2025, genangan air belum surut, dengan ketinggian bervariasi antara 30-100 sentimeter. BPBD Kabupaten Rokan Hulu mencatat sebanyak 5.332 KK atau 21.070 jiwa terdampak.
Untuk penanganan darurat, BPBD melakukan evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan rumah tangga kepada warga terdampak. Kebutuhan mendesak seperti tenda pengungsi dan sembako masih diperlukan.
Mengingat saat ini masih dalam musim penghujan dan adanya potensi bencana hidrometeorologi, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Langkah-langkah yang dapat diupayakan antara lain rutin membersihkan sungai dan saluran air untuk mencegah tersumbatnya aliran air, memantau kondisi cuaca terkini, serta menyiapkan jalur evakuasi dan titik evakuasi untuk memudahkan warga saat bencana terjadi.
Editor: Redaktur TVRINews
