Writer: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Direktur Jenderal PKPLK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, membuka Gelar Karya KPTK 2025 yang digelar Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi serta Komunikasi (BPPMPV KPTK) di Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung pada 5–6 Desember sebagai ajang memperlihatkan inovasi guru SMK serta praktik baik dari program upskilling dan reskilling sepanjang 2025.
Tatang menekankan bahwa guru SMK harus selalu menyesuaikan kompetensinya dengan tuntutan industri dan perkembangan teknologi. Menurutnya, magang di dunia industri menjadi kunci agar guru memiliki keterampilan mutakhir dan mampu mentransfer ilmu tersebut kepada siswa.
“Guru SMK harus memiliki akses untuk belajar langsung di industri agar keterampilan yang dimiliki relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Tatang.
Selain itu, Tatang mengapresiasi kolaborasi BPPMPV KPTK dengan berbagai industri dan lembaga, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebagai langkah strategis mempersiapkan guru menghadapi profesi masa depan yang berbasis teknologi dan keamanan siber.
Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, menjelaskan sepanjang 2025, lembaganya telah melatih 939 tenaga pendidik, melebihi target awal 749 orang. Peserta terdiri dari guru kejuruan, kepala sekolah, pengawas, dan instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP), tersebar di berbagai bidang mulai dari kelautan, perikanan, hingga TIK.
“Kami berhasil meningkatkan kompetensi 818 guru kejuruan bidang KPTK, 42 kepala sekolah, 20 pengawas, dan 59 guru mata pelajaran kejuruan. Selain itu, 38 instruktur LKP juga kami latih untuk memperkuat kapasitas pendidikan vokasi,” jelas Lismanto.
Selain pelatihan, sejumlah inovasi pembelajaran diperkenalkan, seperti mini autonomous electric boat berbasis AI dan IoT, simulasi kemaritiman, serta teknologi budi daya perikanan terintegrasi interactive flat panel (IFP). Kerja sama dengan PT Gamecomm Indonesia memfasilitasi 15 SMK bidang TIK merintis teaching factory di bidang gim, sementara BSSN mendukung pelatihan keamanan siber bagi guru.
Seusai pembukaan, Tatang meninjau 32 stan Gelar Karya KPTK 2025, termasuk stan SMK negeri dan swasta, mitra industri, serta LKP. Salah satu sorotan adalah aplikasi bahasa isyarat Sancara karya SMK Negeri 8 Semarang, yang dirancang bagi siswa bisu-tuli, slow learner, dan autis.
“Kami bangga dengan inovasi guru-guru SMK yang lahir dari program upskilling dan reskilling. Kompetensi yang diperoleh hendaknya dibagikan kepada rekan sejawat agar dampaknya lebih luas,” kata Tatang.
Gelar Karya KPTK 2025 menjadi bukti nyata upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan vokasi melalui inovasi, kolaborasi dengan industri, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi guru SMK di seluruh Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
