
Writer: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berjalan dengan baik dan menunjukkan kemajuan signifikan.
Distribusi logistik kembali lancar, harga kebutuhan pokok relatif stabil, serta layanan dasar masyarakat mulai pulih.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan melakukan kunjungan lapangan ke Gayo Lues pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi tahapan transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan.
Banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 sempat memutus jalur distribusi utama dari Riau dan Medan menuju Gayo Lues melalui Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
Jalur ini selama ini menjadi tumpuan sekitar 90 persen pasokan kebutuhan masyarakat. Terputusnya akses tersebut berdampak pada kelangkaan barang dan lonjakan harga hingga puluhan kali lipat.
Merespons kondisi itu, pemerintah pusat dan daerah melalui BNPB, kementerian dan lembaga terkait, Dinas Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah mempercepat pembukaan kembali akses jalan, memperbaiki infrastruktur terdampak, dan membangun jalur darurat guna memulihkan konektivitas distribusi logistik.
Hasil penanganan tersebut ditinjau langsung Deputi 3 BNPB saat memantau aktivitas perdagangan di Pasar Terpadu Gayo Lues.
Dari pemantauan tersebut, ketersediaan bahan pokok dinilai telah mencukupi dan harga relatif stabil.
Dalam dialog dengan para pedagang, Deputi 3 memperoleh informasi bahwa pasokan barang dagangan telah kembali normal. Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas tertentu, seperti daging ayam, akibat terbatasnya pasokan dari peternakan lokal yang terdampak bencana.
“Harga sudah relatif normal setelah distribusi pasokan kembali lancar. Memang masih ada kenaikan harga daging ayam karena pasokan masih berasal dari Medan dan Riau, namun kenaikannya masih dalam batas wajar,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 30 Januari 2026.
Selain sektor ekonomi, BNPB juga meninjau pemulihan layanan pendidikan di SMP Negeri 1 Dabun Gelang.
Proses belajar mengajar telah kembali berjalan normal, meskipun masih dibutuhkan dukungan sarana penunjang, khususnya peralatan olahraga. Kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Agenda peninjauan dilanjutkan ke lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang.
Di lokasi ini, 133 unit huntara sedang dibangun, dengan 25 unit telah selesai dan siap dihuni. Secara keseluruhan, sebanyak 2.659 unit huntara direncanakan dibangun dan tersebar di 20 titik pada tujuh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues.
BNPB menargetkan seluruh pembangunan huntara rampung sebelum Ramadan 2026 agar dapat segera ditempati warga sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
BNPB juga menegaskan pentingnya kualitas bangunan agar sesuai dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Gayo Lues hingga seluruh tahapan pemulihan pascabencana dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
