
Writer: Alfin
TVRINews, Bekasi
Akbar Varel Areva (17), anak seorang pengemudi ojek online, kembali menata masa depannya melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah. Sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, kini ia kembali belajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga miskin sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Akbar yang berasal dari Bantar Gebang kini kembali memiliki cita-cita besar, yakni menjadi Data Science Analyst.
“Cita-cita saya menjadi Data Science Analyst,” kata Akbar, dalam keterangan yang diterima Rabu, 15 April 2026.
Ia juga memiliki harapan melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, salah satu kampus terkemuka di bidang sains dan teknologi.
Akbar mengaku kembali menemukan arah hidup setelah mengikuti pendidikan di SRMA 13 Bekasi. Melalui tes bakat, ia mengenali potensi diri di bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer.
“Sebelum saya masuk SR ini kan ada tes bakat. Dari tes itu ternyata saya lebih condong ke bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer,” ujarnya.
Dukungan guru serta teman membuat semangat belajar Akbar semakin kuat. Fasilitas pembelajaran hingga akses internet di sekolah turut membantu pengembangan kemampuannya.
“Cita-cita saya yang ingin menjadi Data Science Analyst itu didukung terus oleh guru saya, begitu juga teman-teman saya yang terus memotivasi saya. Guru juga di sini memfasilitasi dalam berbagai hal, seperti pendidikan, kemudian akses internetnya juga,” imbuhnya.
Di sekolah tersebut, Akbar juga mengikuti ekstrakurikuler robotika untuk mengasah kemampuan di bidang teknologi. Ia terus mempelajari dasar pemrograman dan algoritma sebagai bekal masa depan.
“Untuk mencapai impian saya, saya terus mempelajari hal-hal yang saya butuhkan ke depannya. Seperti saya mempelajari dasar pemrograman, algoritma, kemudian saya juga mengikuti ekstrakulikuler robotik yang membantu perkembangan diri saya,” kata Akbar.
Selain prestasi akademik, Akbar juga pernah meraih medali nasional Olimpiade Matematika. Ia menyampaikan, Sekolah Rakyat membantu meringankan beban ekonomi keluarga karena seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
Sistem asrama di SRMA 13 Bekasi juga membentuk kedisiplinan serta nilai kebersamaan antar siswa.
“Di SR ini juga tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Jadi semuanya sama rata. Karena di SR ini prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara,” tutup Akbar.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah menyediakan pendidikan berasrama gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi anak keluarga tidak mampu, lengkap dengan fasilitas pendidikan, asrama, seragam, hingga konsumsi. Program ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan meraih masa depan lebih baik.
Editor: Redaktur TVRINews
