
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan menggelar pertemuan pertama Menteri Kesehatan Negara Anggota G20 di di Yogyakarta, hari ini Senin (20/6).
Pertemuan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan negara anggota G20, serta undangan khusus, seperti Direktur Jenderal WHO, CEO CEPI, Sekjen OECD, dan Direktur Eksekutif Global Fund, dan GISAID.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pertemuan tersebut para Menteri Kesehatan dunia mengejar lima target konkret dalam upaya memperkuat sistem kesehatan global serta penggalangan dana untuk menghadapi pandemi selanjutnya.
Hal pertama yang diungkapkan oleh Budi adalah didirikannya pandemic prepareness fund, adanya dana cadangan yang bisa akses negara-negara yang membutuhkan saat pandemi.
"Kita ingin membangun mekanisme formal agar uang yang masuk di fund ini bisa digunakan untuk emergency medical counter measures untuk nyediain vaksin, obat-obatan, terapi, atau testing equipment during crisis," kata Budi dalam konferensi pers vitual, Senin (20/6/2022).
Sebab, jika ada health crisis, yang diperlukan bukan hanya uang. Budi mengungkapkan, terdapat negara yang memiliki uang, tapi tidak bisa mengakses vaksin dan ventilator.
Selanjutnya, ia berharap dalam kegiatan ini dapat ditemukan link genome situasions, yang bertujuan jika kembali terjadi pandemi dimana pun pertama kali muncul bisa segera diketahui dan diantisipasi sedini mungkin.
"Kita mau harmonize global health protocol standard, umpanya begitu pandemi semua lockdown, movement of people cannot be done, kalau orangnya tidak bergerak, pilot tidak berjalan akibatnya movement of goods berhenti juga," ujar Budi.
Pandemi disebutnya menyebabkan macetnya ekonomi, karena tidak ada movement of people dan movement of goods. Sehingga, ia berharap kalau jika kembali terjadi pandemi, kondisi serupa tidak terulang kembali. Tetap dipikirkan supaya orang-orang aman, tetap boleh bergerak sehingga tidak berhenti sama sekali. Masalah kesehatan bisa jadi masalah ekonomi, sosial, politik.
Budi menambahkan para Menteri Kesehatan juga mengejar redistribution global manufacturing dan global research hub terutama di negara-negara maju. Progressnya sudah ada melalui Financial Intermediary Fund (FIF), penggalangan sumber daya dengan mekanisme yang lebih permanen, serta berbagi informasi dan data melalui konsep model GISAID+ untuk patogen yang berpotensi menimbulkan pandemi.
"Lebih dari 1 juta Dollar sudah disiapkan. Sekarang gimana caranya kalau uang sudah ada, gimana caranya akses ke barang. Barangnya pada umumnya dimiliki oleh swasta, vaksin yang punya swasta bukan pemerintah. Supaya dibuatkan akses maka dibutuhkan social agreement yang adil ke emergency medical counter measures," tutur Budi.
Editor: Redaktur TVRINews
