
Ilustrasi Grafis: TVRINews.com
Writer: Fityan
TVRINews, Timor Tengah Utara
BMKG: Getaran Terasa Luas, Tidak Berpotensi Tsunami
Aktivitas tektonik signifikan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Selasa 21 April siang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa bermagnitudo 6,0 terjadi di perairan barat laut Timor Tengah Utara (TTU) pada pukul 10.17 WIB.
Pusat gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya 67 kilometer arah barat laut TTU dengan kedalaman 31 kilometer.
Koordinat episenter terletak pada 8,99 Lintang Selatan dan 124,20 Bujur Timur. Meski memiliki kekuatan yang cukup besar, hasil pemodelan saintifik menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak memiliki risiko tsunami.
Distribusi Getaran dan Dampak Regional
Guncangan dilaporkan terasa di berbagai wilayah di NTT dengan intensitas yang beragam. Wilayah Atambua mencatat skala intensitas III-IV MMI, di mana getaran dirasakan nyata oleh penduduk di dalam rumah, menyerupai getaran truk besar yang melintas.
Di wilayah lain seperti Maumere, intensitas tercatat pada skala III MMI. Sementara itu, getaran pada skala II-III MMI dilaporkan terjadi di Kota Kupang,
Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, hingga Ende. Wilayah Rote juga merasakan guncangan ringan pada skala II MMI, ditandai dengan goyangan pada benda-benda ringan yang tergantung.
Respons Otoritas dan Imbauan
BMKG memantau adanya aktivitas seismik lanjutan setelah guncangan utama. Hingga pukul 10.45 WIB, sistem monitoring mencatat satu kali gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan yang jauh lebih kecil, yakni magnitudo 3,2.
Dalam pernyataan resminya, BMKG menekankan pentingnya verifikasi informasi di tengah situasi pascabencana.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tulis pihak BMKG melalui keterangan pers yang dirilis melalui kanal komunikasi resmi mereka.
Otoritas terkait menyarankan warga untuk memastikan bangunan tempat tinggal tetap kokoh dan menghindari area yang rentan terhadap retakan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur berat atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
