
Foto: Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia
Writer: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak dan rubella di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan imunisasi di daerah yang mengalami peningkatan kasus. Secara nasional, stok vaksin dinilai mencukupi untuk pelaksanaan program imunisasi.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia, memastikan ketersediaan vaksin campak dan rubella di Indonesia masih mencukupi untuk mendukung pelaksanaan imunisasi, termasuk di wilayah yang terdampak peningkatan kasus.
Dalam konferensi pers daring terkait pembaruan kasus campak di Indonesia, Jumat, 6 Maret 2026, Rizka menjelaskan pemerintah telah menyiapkan jutaan dosis vaksin untuk mendukung program imunisasi nasional.
“Per 6 Maret 2026, ketersediaan vaksin campak dan rubella di tingkat pusat mencapai sekitar 9,5 juta dosis, sementara di daerah tersedia sekitar 6 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas,”ujar Rizka dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menambahkan Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan distribusi vaksin melalui sistem logistik nasional untuk memastikan ketersediaan vaksin di seluruh daerah.
Berdasarkan pemantauan tersebut, sebagian besar provinsi memiliki stok vaksin yang cukup untuk kebutuhan dua hingga tujuh bulan ke depan, sehingga pelaksanaan imunisasi tetap dapat berjalan optimal.
Rizka juga menegaskan bahwa vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui berbagai proses evaluasi terkait keamanan dan efektivitasnya.
“Vaksin yang digunakan telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta melalui kajian dari Komite Imunisasi Nasional,”tambahnya.
Menurutnya, vaksin campak-rubella terbukti mampu meningkatkan perlindungan tubuh anak terhadap penyakit tersebut melalui pembentukan antibodi yang signifikan.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping vaksin, Rizka menyampaikan bahwa reaksi yang muncul umumnya bersifat ringan dan sementara.
“Efek samping yang mungkin muncul biasanya berupa nyeri ringan di lokasi suntikan atau demam ringan, dan umumnya akan hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi mengenai vaksin.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendapatkan informasi dari sumber resmi seperti Kementerian Kesehatan, serta memastikan anak-anak memperoleh imunisasi lengkap,”ucapnya.
Melalui dukungan masyarakat dan ketersediaan vaksin yang memadai, pemerintah berharap upaya pengendalian campak dapat berjalan optimal dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa di berbagai daerah.
Editor: Redaktur TVRINews
