Writer: Litania Farah Maulidia Putri
TVRINews, Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai rangkaiaan acara Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2024 dengan menggelar Movie Day di Kota Medan, Sumatera Utara. Adapun, Acara ini ditujukkan untuk menggalang partisipasi nyata dari masyarakat khususnya generasi muda dalam upaya pencegahan korupsi.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Medio Venda, mengatakan bahwa acara ini dapat menjadi kesempatan baik untuk mengingatkan kembali mengenai bahaya korupsi dan nilai antikorupsi yang dikemas dalam bentuk audio visual melalui gerakan kampanye film.
“Film itu media pembelajaran tanpa menggurui. Untuk itu, melalui ACFFEST yang sudah berjalan 10 tahun ini, kita ingin menularkan budaya baik terkait antikorupsi pada masyarakat, sehingga kita butuh bantuan pada sineas nasional maupun lokal untuk yuk sama-sama berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi melalui penyebaran nilai-nilai baik lewat film,” kata Medio yang diterima tvrinews pada Sabtu 18 Mei 2024.
Menurut Medio, pertumbuhan perfilman di Medan cukup signifikan bahkan festival film bergengsi seperti Medan Lake Toba Film Festival hingga Medan Film Festival rutin digelar setiap tahunnya. Dalam hal ini, KPK mengajak sineas lokal di Tanah Deli serta seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi menyebarkan nilai-nilai antikorupsi lewat karya film di ajang ACFFEST 2024.
“Kalau tidak punya pengalaman membuat film, jangan khawatir, kita akan bantu membuatkan. Teman-teman tinggal submission karya seperti ide cerita ke kita. Kalau nanti karyanya ternyata terpilih, akan kita berikan mentoring dan kita danai pembuatan filmnya,” ujar Medio.
Pada tahun 2024 ini, ACFFEST memiliki kategori Kompetisi Nasional dengan lima menu kompetisi. Mulai kompetisi produksi proposal ide cerita, film pendek fiksi, proposal ide cerita gratifikasi untuk media sosial, film pendek fiksi animasi, sampai re-match produksi proposal ide cerita dari finalis ACFFEST 3 tahun terakhir.
“Melalui kompetisi ini, kita tidak berharap budaya yang diangkat hanya budaya antikorupsi saja tapi ajang ini juga bisa digunakan untuk memperkenalkan kembali budaya Medan-nya sendiri agar lebih dikenal masyarakat luas. Sehingga bisa dinikmati oleh pecinta film seluruh Indonesia,” tambah Medio.
Editor: Rina Hapsari
